Benarkah Kegemukan Bisa Memengaruhi Kesuburan?

0
21
ILUSTRASI kegemukan pengaruhi keseburan. (foto: medkomtek.com)

HARIANHALMAHERA.COM– KEGEMUKAN┬ámemang menjadi maslaah setiap orang. Salah satunya menurunkan kualitas hidup. Karena dengan kegemukan orang sangat sulit melakukan aktivitas sebagaimana dalam kondisi normal. Namun, adapula yang lebih dikhawatirkan orang. Kegemukan kabarnya dapat mengganggu kesuburan, baik pada pria maupun wanita.

Perlu diketahui, World Health Organization (WHO) mendefinisikan kegemukan atau obesitas sebagai penumpukan lemak yang berlebihan dalam tubuh akibat ketidakseimbangan asupan energi yang masuk dengan pengeluaran energi. Kondisi ini tentu saja bisa berakibat pada terjadinya beragam gangguan kesehatan.

Faktor genetik sering disebutkan menjadi penyebab terbesar terjadinya kegemukan. Namun, pada kenyataannya banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang memiliki berat badan berlebih, salah satunya adalah gaya hidup yang tidak sehat.

Faktanya, kesuburan bisa terpengaruh bila berat badan Anda tidak ideal. Keduanya ternyata merupakan masalah yang saling berkaitan dan sangatlah kompleks. Pada wanita yang mengalami berat badan yang berlebih sering kali mengeluhkan tidak teraturnya menstruasi dan sulit hamil.

Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormonal dalam tubuh seperti resistensi insulin, hiperinsulinemia, penurunan hormon seks yang berikatan dengan globulin, serta peningkatan hormon androgen dan leptin.

Akibat perubahan ini sangat mudah terjadi disfungsi hipotalamus, penurunan produksi hormon gonadotropin (hormon kesuburan) dan progesteron, serta terganggunya pematangan sel telur.

Sedangkan pada pria, masalah berat badan berlebih juga dapat menyebabkan meningkatnya suhu di daerah skrotum, menurunnya hormon testosteron dan resistensi insulin.

Kondisi kegemukan ini sering disebut dapat memengaruhi kualitas sperma, meski sampai saat ini belum ada bukti kuat yang dapat menjelaskan. Tetapi, secara jelas pada banyak literatur disebutkan bahwa kegemukan pada pria meningkatkan risiko untuk mengalami disfungsi ereksi.(jpnn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here