Wisata

Mengenal Gu Gong ‘Jantung’ Kota Terlarang

×

Mengenal Gu Gong ‘Jantung’ Kota Terlarang

Sebarkan artikel ini
BEKAS ISTANA: Istana Terlarang merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing yang dikenal juga sebagai Museum Istana.(foto: dreamstime.com)

HARIANHALMAHERA.COM–CHINA menyimpan begitu banyak sejarah. Banyak yang belum terpublikasi karena ketatnya aturan kerajaan. Salah satunya ‘Kota Terlarang’. Disebut demikian karena dulunya hanya dikhususkan bagi keluarga kerajaan.

Kenapa Kota Terlarang? Karena di dlaamnya berdiri istana kerajaan. Saat ini, Kota Terlarang justru menjadi salah satu destinasi wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke China.

Tempat ini memiliki banyak nama. Di China, lokasi ini dikenal dengan nama Gu Gong atau bekas istana. Sedangkan nama yang sekarang dikenal secara umum adalah Kota Terlarang merupakan terjemahan dari Zijin Cheng, atau yang berarti Kota Terlarang Ungu.

Disebut Kota Terlarang karena sebelumnya lokasi yang berada di Kota Beijing ini, hanya boleh dikunjungi oleh keluarga kerajaan. Istana Terlarang merupakan istana kerajaan selama periode Dinasti Ming dan Dinasti Qing, yang dikenal juga sebagai Museum Istana.

Lokasi ini memiliki luas sekitar 720,000 meter persegi. Pada areal ini terdapat 800 bangunan dan lebih dari 8.000 ruangan, termasuk kamar. Masing-masing istana terdiri atas lima pintu. Pintu utama, menurut legenda Tiongkok, hanya dilalui oleh Sang Raja.

Kota Terlarang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1987. Bahkan Kota Terlarang digadang-gadang sebagai lokasi dengan struktur kayu kuno terbesar di dunia.

Lokasi istana kerajaan ini berada di utara lapangan Tiananmen, dan dapat diakses dari lapangan tersebut melalui Gerbang Tiananmen. Lokasi tersebut dikelilingi oleh suatu wilayah luas yang disebut Kota Kerajaan.

Pada bagian belakang bangunan ini dipagari oleh sungai selebar sekitar 20 meter. Walaupun tidak lagi ditempati oleh kalangan bangsawan, Kota Terlarang tetap merupakan simbol dari kekuasaan di China.

Seorang pemandu wisata Forbidden City, Zhai, menuturkan destinasi wisata yang terletak persis di jantung kota kuno Beijing ini, dikunjungi lebih dari 80 ribu wisatawan setiap harinya.

Menurutnya wisatawan yang mengunjungi istana itu umumnya adalah masyarakat China, karena rasa cinta dan penghargaan mereka terhadap sejarah dan kebudayaan yang ditinggalkan para leluhur mereka.

“Dari 800 bangunan yang ada dalam Istana Terlarang ini, bangunan yang paling menarik bagi para wisatawan adalah bangunan yang merupakan tempat atau kamar selir sang raja,” ujar Zhai, seperti yang dikutip dari Antara via CNNIndonesia.com, Selasa (3/9).

“Kamar tidur ini dipisahkan oleh ruangan tempat tinggal raja. Di ruangan tersebut terdapat kursi raja berwarna agak kuning keemasan dengan ukiran naga.”

Untuk melihat kursi tersebut, ia melanjutkan, pengunjung tidak bisa masuk tetapi hanya bisa melihat dari jarak sekitar lima meter dari pintu. Sehingga wisatawan menumpuk di depan pintu untuk memotret kursi tersebut.

Selain Kota Terlarang, Beijing juga memiliki beberapa objek wisata sejarah yang tak kalah mengagumkan misalnya Great Wall, Temple of Heaven, Summer Palace, dan lainnya.

Tak heran jika pada tahun 2018 wisatawan lokal yang berkunjung mencapai 3,1 milyar orang, atau meningkat 4,6 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan jumlah wisatawan asing yang datang berkisar di angka 4 juta, atau meningkat dua persen dari tahun sebelumnya.(cnn/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *