Potensi PDIP–PKB Berkoalisi di Pilwako

0
91
TERTUTUP: Pertemuan antara pengurus PKB Malut dan Kota Ternate dengan pengurus DPC PDIP Ternate di secretariat PDIP Ternate

HARIANHALMAHERA.COM– Manuver poitik mulai gencar dilakukan partai politik (Parpol) jelang Pilwako Ternate. Seperti antara PDI-Perjuangan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dua partai yang berkoalisi di Pilpres itu malam tadi menggelar pertemuan terbatas di secretariat PDIP Kota Ternate di Kelurahan Alehuda. Pertemuan tertutup itu diinisiasi kubu PDIP.

Ketua DPC PKB Muhajrin Bailusy mengaku selain silaturahmi, pertemuan itu juga sekaligus
dilakukan pengambilan formulir pendaftaran Bakal Calon (Balon). Ada dua formulis yang
diambil PKB yakni formulir Balon Wali Kota oleh Ketua DPW PKB Malut dan formulir balon
Wawali oleh dirinya selaku ketua DPC PKB.

Bukan hanya di PDIP, langkah serupa juga di lakukan di PPP. “Kita juga menunggu partai
Golkar karena yang kami dapatkan informasi masih ada polimik di internal sehingga kami tidak berani ambil,” ucapnya.

Soal peluang koalisi PKB dan PDIP, dia mengaku masih dalam tahap komunikasi. Walau
begitu, jikalaupun oleh DPP menginginkan adanya koalisi, maka tidak menjadi masalah. “Kalau tidak dinginkan, kita bangun komunikasi lain. Karena waktunya maish lama, 10 bulan,” katanya.

PKB sendiri lanjut dia masih road show ke sejumlah parpol. Bahkan, diakui selain PDIP, ada
undangan silaturahmi juga datang dari NasDem. “Tapi silahturrahmi arahnya kita belum tau,” katanya seraya mengaku setelah NAsdem akan roadshow ke PKS, Golkar dan PPP.

“Minggu ini setelah pertemuan dengan NasDem juga akan sudah ada komunikasi dengan Golkar,” ucapnya.

Meski sebagai parpol pemenang Pileg dan akan menduduki kursi ketua DPRD Kota Ternate,
PKB kata Muhajirin tidak harus komitmen untuk posisi papan 1, semua keputusan tergantung DPW. “Tapi kita juga menghargai wilayah ambil formulir untuk dorong ketua wilayah kita dengan porsi 01 tapi juga akan mengikuti perkembangan politik apakah nanti berkeinginan ketua DPC amankan perlemen saja saya amankan lalu saya dorong ketua wilayah untuk calon wakil walikota,” terangnya.

Sementara Ketua PDIP Ternate Merlisa Marsaoly menuturkan komunikasi politik antar parpol jelang kontenstansi politik hal yang biasa dan wajar,. Namun, dia membantah bahwa dalam pertemuan tertutup itu membahas pencalonan meski dilihat dari jumlah kursi yang diraih dua parpol ini kemenuni syarat untuk mengusung pasangan calon. “PKB menginginkan ketua DPW maju semua sah saja tapi semua kembali ke DPP,” katanya.

Merslisa sendiri sudah mengambil formulir pendaftaran balon Wali Kota di Golkar, PAN,
Berkarya, PKS dan Demokrat. “Yang tidak ada perahu saja bisa 01 kong masa saya tidak
bisa?,” tuturnya.

Soal siapa pasangannya, sampai saat ini belum pasti. “Untuk pasangan, putusannya kita
tunggu proses di DPP. Entah dari kalangan birokrasi , akademisi, semua cocok saja nanti dilihat hasil survey,” katanya.

Ditempat yang sama sekretaris penjaringan PDIP Yopedilege menambahkan, sejak
pendaftaran dibuka Senin (2/9) kemarin, sudah ada 8 Balon walikota yang mengambil formulir calon wali kota yakni Fahri Sangadji, Ruslan Bian, Iswan Hasjim, Rivai Umar, Sidik Siokona, Ikbal Kabid,Nuryadin Rachman dan Muhajrin.

“Saat ini masih membuka penjaringan sampai tanggal 11. Seleksi administrasi setelah
pengembalian formulir nanti. Setelah itu kita serahkan ke DPD diteruskan ke DPP,” terangnya.
(lfa/pur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here