FootballOlahraga

Hanya Berlatih Otot Kaki Setiap Nge-Gym

×

Hanya Berlatih Otot Kaki Setiap Nge-Gym

Sebarkan artikel ini
Adama Traore

HARIANHALMAHERA.COM – Namanya masih tercatat sebagai pemain tercepat di Premier League sampai sekarang. Wide attacker Wolverhampton Wanderers Adama Traore mampu berlari dengan kecepatan 36,9 kilometer per jam. Yakni, lebih cepat daripada yang pernah dicatatkan striker Southampton Shane. Long lima tahun silam Saat itu kecepatan lari. Long 35,3 kilometer per jam.

Ternyata, ada rahasia di balik kecepatan lari Adama. Yaitu, seperti yang diungkapkan kapten Wolves Conor Coady berdasar kebiasaan Adama selama menjalani sesi latihan di Compton, markas latihan Wolves.

”Dia sama sekali tidak melatih lengan atau bagian atas tubuhnya selama di gym,” ujar Coady kepada Sky Sports. Sebaliknya, lanjut Coady, Adama lebih banyak melatih otot-otot kakinya. ”Dia mencurahkan semua waktu untuk melatih kekuatan kakinya sehingga membuatnya lebih cepat dan meledak,” tutur bek yang mengawali karir karir profesionalnya bersama Liverpool pada 2012 tersebut

Selain cepat, Adama memiliki kemampuan dribel yang ciamik. Musim ini jebolan Akademi La Masia berusia 24 tahun itu sudah mencatat 195 dribel di Premier League. Jumlah tersebut hanya kalah oleh wide attacker Crystal Palace Wilfried Zaha dengan 219 kali dribel.

Baca Juga: Mengenang Ferrari versus Bartra

Albert Benaiges, mantan pelatih La Masia, memiliki testimoni tentang Adama semasa masih di akademi. Seiring memiliki kecepatan dan ditunjang postur kukuh serta berotot, Adama sempat ditawari bermain dalam kompetisi American Football atau NFL

Kecepatan larinya bahkan tidak kalah dari sprinter di NFL musim ini, sebut saja Matt Breida. Pemain San Francisco 49ers tersebut dapat mencatatkan kecepatan 35,8 kilometer per jam. Terpaut sedikit bukan?

Konon, kecepatan larinya itu yang membuat pemain asli Catalan itu tak bisa melanjutkan karirnya ke skuad utama Barca. ’’Dia bakal lebih cocok dengan sepak bola terbuka dan dinamis. Bukan permainan passing-passing pendek ala Barca,’’ klaim Albert Benaiges, salah satu pelatih di La Masia, dalam salah satu artikel di The New York Times.

Selain itu, gara-gara postur besar dan punya kelebihan dalam kecepatan, Benaiges sampai bingung mau menempatkan Traore muda di posisi bermain mana. ’’Kami tidak terlalu yakin, dia lebih baik bermain sebagai bek kanan atau pemain sayap kanan. Saat dia berusia 18 tahun, kami tahu dia akan jadi pemain hebat. Tetapi kami tak tahu apa yang terjadi,’’ tambah Benaiges, yang sampai saat ini menjabat Koordinator Pembinaan Usia Dini di klub J-League, Vissel Kobe, itu (jpc/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *