Maluku UtaraPolitik

BANTENG JUGA ALOT DI 3 DAERAH

×

BANTENG JUGA ALOT DI 3 DAERAH

Sebarkan artikel ini

HARIANHALMAHERA.COM–Disaat partai Golongan Karya (Golkar) telah mengeluarkan rekomendasi kepada sejumlah bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah (wakada) di Maluku Utara (Malut), tidak demikian dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu hingga kini belum memberikan titik terang siapa bapaslon yang akan diusung di Pilkada seretak di delapan kabupaten/Kota ini. Padahal, seluruh bapaslon yang mengikuti pencalonan di PDIP, telah diundang ke DPP pada 11 Juni kemarin.

Beberapa pengurus DPD PDI-P Malut yang dihubungi wartawan pun menolak memberikan keterangan. Begitupun ketua PDI-P Malut Muhammad Sinen. Dikonfirmasi malam tadi, wakil wali kota (wawali) Tikep itu tidak berkomentar banyak. “Belum, belum. Besok baru Tikep punya. Dan itu jatuh ke AMAN,” singkat politisi yang akrab disapa Ayah Erik itu.

Dari informasi yang diperoleh wartawan, belum finalanya rekomendasi partai ini disebabkan adanya tarik ukur di tiga daerah, yakni di Pulau Taliabu, Kepulauan Sula (Kepsul), dan Halmahera Timur (Haltim).

di Taliabu misalnya, inforrmasi yang beredar, rekom PDIP menguat jatuh ke Muhaimin Syarif yang kemarin ikut diundang ke DPP. Namun, rekom ke Muhamimin dipending menyusul adanya penolakan oleh Ketua DPC PDIP   Taliabu Sri Susiana Supamena bersama pengurus dengan alasan menolak menjadi Bacawabup berpasangan dengan Muhaimin. “Inilah yang menjadi  tarik menarik di DPP,” kata sumber koran ini di DPD PDI-P Malut.

Begitu pun juga di Pilkada Sula. Partai berlambang moncong putih ini kabaranya menjatuhkan rekomendasi ke Ningsi Mus sesuai usulan DPC. Namun, belum adanya rekomendasi dari partai lain ke adik kandung Alien Mus ditambah Ningsih hingga kini belum memiliki pasangan wakil membuat PDIP urung menerbitkan rekomendasi.

Disisi lain, calon petahana Hendrata Thes juga ikut bermanuver ke DPP meski ketua Demokrat Malut itu sudah memenuhi syarat pencalonan karena sudah mengantongi rekomendasi dari Demokrat.

Begitu juga dengan Halmahera Timur (Haltim). Muh Abdu Nasar yang digadang-gadang kuat mendapatkan rekomendasi PDIP, hingga kini pun masih belum ada kepastian. Alasanya, selain belum mendapatkan tambahan kursi, PDIP juga menginginkan posisi papan 1.

Selain Tidore Kepulauan (Tikep), rekom PDIP di empat daerah lainnya pun sudah diambang final, tiga diantaranya jatuh ke tangan kader sendiri yakni Merlisa Marasoly di Pilwako Ternate, Danny Missy di Pilkada Halbar, Joel Wagono di Pilkada Halut. Sedangkan di Halsel, PDIP mengarahkan rekomnya ke bapasalon Usman Sidik-Basam Kasuba.

Senada dengan PDIP, tarik ulur juga terjadi di Partai Golkar yang masih menunda memberikan rekomendasi di tiga daerah yakni Tikep, Ternate dan Kepulauan Sula (Kepsul).

Dari ketiga daerah itu, hanya Tikep yang sudah diambang final. Dimana, pasangan incumbent berpeluang besar mendapat rekomendasi dari Beringin mengingat hanya AMAN-lah satu-satunya bapaslon yang mengikuti pencalonan lewat perahu Golkar.

Sementara kota Ternate dan Sula sendiri masih alot. Sumber terpercaya di internal Golkar menyebutkan, rekomendasi untuk ketiga daerah itu sedianya sudah ada. Di Sula sendiri, Golkar digadang akan memberikan rekomendasi kepada Ismail Kharie ketimbang Ningsih Mus yang tak lain adik kandung Alien Mus.

Sementara, hasil survey elektabilitas yang dilakukan Golkar sebelumnya , calon petahana Hendrata Thes berada di urutan pertana. Sebagaimana diketahui, Ismail sendiri dalam musda Golkar Malut kemarin memberikan mendukung dukungan kepada Edi Langkara.

Begitu juga di Kota Ternate, Golkar yang kabaranya akan memberikan rekom ke Merlisa lantaran berada di peringkat teratas hasil survey elektabilitas yang dilakukan Golkar, terpaksa dipending setelah muncul perdebatan di DPD II yang menginginkan agar partai memberikan rekom ke kader dalam hal ini Muhammad Hasan Bay (MHB).

Ketua bidang Oraganisasi  Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD I Golkar Malut Abdul Karim menegaskan, dikeluarkan rekomendasi karena DPP masih akan melakukan survey kembali kepada bacalon. “Paling lambat akhir bulan ini sudah dikeluarkan rekomendasi,” singkatanya.(lfa/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *