Maluku UtaraPemprov

Tunggakan Gaji Guru Honor Tak Merata

×

Tunggakan Gaji Guru Honor Tak Merata

Sebarkan artikel ini
Samsuddin A Kadir

HARIANHALMAHERA.COM–Pendataan kembali guru honorer di Maluku Utara (Malut) oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut dibawah pimpinan Imam Makhdy Hasan, sedianya merupakan langkah yang memang harus dilakukan.

Sebab, saat ini data guru honor di Malut memang “amburadul”. Ini terungkap dari ketidak sesuaian tunggakan gaji guru honor di lapangan.  Dimana, sebagian guru belum menerima haknya selama delapan bulan sebagaimana temuan kunjungan kerja (kuker) komisi IV DPRD Malut di sekolah-sekolah, namun Pemprov menegaskan, tunggakan gaji guru honor kini tersisa dua bulan.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut Samsuddin A Kadir mengakui baru sebagian guru honor yang sudah dibayar gajinya hingga Mei kemarin. Mereka yang telah dibayarkan gajinya itu adalah yang telah membuka rekening. “kalau belum buka rekening maka belum dibayar. Jadi kita kemarin kita sudah bayar setengah yang sudah punya rekening” ujarnya.

Karenanya, jika ada guru honor yang mengaku belum menerima gaji selama delapan, bulan, dia mengaku perlu ditelusuri apakah yang bersangkutan sudah membuka rekening atau belum.  “Kita cek dulu, setahu saya bayar 2019 yang tertunda pun anggarannya ada, 2020 pun anggarannya ada,” singkatnya.

Sementara Kepala BPKAD Malut, Babang Hermawan mengakui kalau gaji guru honorer sudah terbayar selama lima Bulan terhitung Januari hingga Mei. “Yang belum terbayar itu dari bulan Juni dan Juli,” katanya.

Tuggakan dua bulan gaji ini karena Dikbud belum mengusulkan permintaan pembayaran. “Kalau OPD mengusulakan sampai Juli berarti kita bayar sampai selesai, hal ini tergantung dari Dinas Pendidikan,” ucapnya.

Namun, Bambang mengakui belum semua gaji guru honorer yang sudah terbayar 5 Bulan, lantaran sebagian rekening guru belum diberikan Dikbud ke BPKAD. “Kalau tidak ada masalah rekening berarti bisa diajukan semua, tapi yang saya ketahui mereka ajukan hanya sebagian,” ungkapnya.

Dia memastikan, BPKAD siap membayar gaji guru honorer yang belum dibayar mengingat anggaran untuk gaji guru honorer dialokasikan sebesar Rp 9 Miliar.

Diduga kuat, sebagian guru honor yang belum menerima gaji selama delapan bulan karena nomor nama beserta nomor rekeningnya diganti dan diusulkan pihak sekolah dengan guru honor yang lain. Seperti yang dialami salah seorang guru honor di SMKN 1 di Kecamatan Mangole Timur, Sula.

Kepada wartawan, guru honor yang enggan menyebutkan namanya ini menuturkan, namanya diganti dan diusulkan nomor rekening guru yang lain yang sebelumnya digaji melalui dana operasional sekolah ( BOS).

Akibatanya, gajinya selama tiga bulan pun masuk ke rekening guru yang diusulkan pihak sekolah itu. “Pergantian seperti inilah membuat banyak guru yang rekeningnya tidak diusulkan sehingga banyak yang belum terima gaji sampai 8 bulan mulai Desember,” tukasnya.(lfa/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *