Halut

Warga MKCM Protes GOR Dijadikan Tempat Karantina Pasien Covid

×

Warga MKCM Protes GOR Dijadikan Tempat Karantina Pasien Covid

Sebarkan artikel ini
PROTES: Puluhan warga Desa MKCM terkait rencana pemerintah menjadikan GOR sebagai tempat karantina pasien covid.(foto: muhrid/Harian Halmahera)

HARIANHAALMAHERA.COM— Jumlah pasien covid di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) terus naik. Bahkan, kemungkinan ke depan akan terus membengkak. Menyusul ratusan sampel SWAB masih ditunggu hasilnya. Sementara ketersediaan tempat karantina menjadi salah satu kendala.

Kendala ini diperparah dengan kondisi sosial di masyarakat. Akibat lemahnya sosialisasi yang dilakukan gugus tugas maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) masih banyak warga yang tidak mendapatkan pendidikan yang sebenarnya tentang covid. Buntutnya, terjadi penolakan sejumlah lokasi karantina.

Baca Juga: Siapkan Gedung Antisipasi Lonjakan

Di Halut, sebut saja Greenland Hotel. Warga sekitar menolak dan meminta pihak hotel tidak menerima pasien positif covid. Demikian pula beberapa fasilitas gedung yang dimiliki Yayasan Hodidai, warga sekitar pun menolak. Semua ini terjadi karena tidak ada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Penolakan terbaru dilakukan warga MKCM. Mereka protes Gelanggang Olahraga (GOR) dijadikan tempat karantina. Puluhan warga sekira pukul 09.00 WIT berkumpul dekat GOR dan melakukan protes.

“Kami sangat tidak setuju jika kalian (pemerintah, red) menempatkan pasien corona di sini (GOR). Silakan kalian mencari tempat lain. Ini sama saja kalian memberikan penyakit kepada kami,” protes Ibu Mely, salah satu warga.

Senada dikatakan Paulus, warga lainnya. Dia menilai pemerintah sudah mengelabui warga. Karena menjadikan GOR sebagai lokasi karantina, tanpa ada pemberitahuan sama sekali, baik dari kades, pemda maupun pemda.

“Mereka masuk secara diam-diam, lalu beralasan hanya melihat-lihat gedung GOR. Saya awalnya heran lihat banyak kasur yang didatangkan. Ternyata kami baru tahu GOR dijadikan tempat karantina. Silakan cari tempat lain,” tegasnya.

Penolakan warga langsung ditanggapi gugus tugas dengan digelarnya rapat di kantor BPBD Halut. Rapat yang dipimpin Asisten III Yudihart Noya, khusus membahas penolakan warga. Hanya saja, sampai berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait GOR.

Kades MKCM Frengky yang turut menghadiri rapat bersama gugus tugas, hanya menyebut dirinya bersama ketua-ketua RT, camat, dan tim gugus covit, akan bahas bersama sosialisasinya kepada masyarakat.

“Kita akan bahas dulu bagaima menyosialisasikan ini kepada masyarakat,” singkatnya.(tr-05/fir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *