HaltengMaluku Utara

IWIP Masih Butuh Belasan Ribu Tenaga Kerja

×

IWIP Masih Butuh Belasan Ribu Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI para tenaga kerja PT IIWP. (foto: IWIP for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Lowongan tenaga kerja masih akan terus dibuka PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). General Manager External Relations PT IWIP, Wahyu Budi Santoso menyampaikan Dari total target 25 ribu tenaga lokal yang dibutuhkan, hingga awal 2021, perusaahan telah merekrut sebanyak 13 ribu tenaga kerja

.“Sudah merekrut kira-kira 12 ribu, lebih bahkan hampir 13 ribu orang tenaga kerja Indonesia. Itupun tenaga kerja yang kira-kira rekrut di PT IWIP dan tenant-tenantnya,” ujar Wahyu dalam keterangannya sebagaimana yang dikutup dari jpnn.com.

Melihat capaian tersebut, Wahyu optimistis hingga Desember 2021 pihaknya akan mampu menyerap hingga 25 ribu tenaga kerja lokal sesuai dengan harapan yang diterapkan oleh pemerintah maupun PT IWIP. “Saya rasa 25 ribu itu akan tercapai dengan mudah,” harap dia.

Budi menjelaskan perekrutan tenaga kerja lokal ini dikhususkan kepada masyarakat yang memenuhi kualifikasi dengan asal dari Malut. “Artinya semua kabupaten kota yang ada di Maluku Utara, namun demikian ada beberapa khusus untuk tingkat tertentu kami buka khusus untuk Halmahera Tengah dan Halmahera Timur. Karena kami mengutamakan desa lingkar tambang,” jelasnya.

Wahyu juga berharap agar situasi pandemi yang sudah berlangsung selama satu tahun ini segera berakhir, mengingat banyak pekerjaan yang tertunda dari target yang sudah ditetapkan.

“Mudah-mudahan Covid-19 ini cepat berlalu. Kalau Covid sudah terkontrol maka mempermudah kami menambah tenaga kerja,” seru Wahyu.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam kunjungan ke IWIP mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM di wilayah Indonesia timur. Salahsatunya melalui kerjasama dengan PT IWIP dan Serikat Pekerja.

“Kerjasama ini penting agar proses link and match antara pendidikan dan dunia kerja bisa tercipta. Dengan sinergi tersebut dapat dipastikan lulusan pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan industri dan lebih mudah terserap. Pada akhirnya program pelatihan vokasi akan mengurangi biaya training dan investasi SDM bagi industri sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara Lembaga pelatihan dan industri,” kata Menaker.

Terkait penandatangan PKB antara PT IWIP dan serikat pekerja, menurut Ida, hal ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.

Dengan adanya PKB maka akan ada kejelasan sisi legalitas dalam hubungan antara perusahaan dan pekerja yang diharapkan akan menciptakan harmoni dalam hal hubungan industrial yang pada akhirnya akan berpengaruh positif pada produktivitas.

“Kita berharap ke depannya hubungan industrial yang ada di Kawasan Weda Bay bisa terus harmonis dan kami dari Kemnaker dan pemerintah daerah melalui pihak Dinas Tenaga kerja daerah selalu berkomitmen untuk membantu menjaga keharmonisan ini,” ucapnya.

Diharapkannya, kehadiran Kawasan Industri Weda Bay yang dikelola PT. IWIP dapat membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan kompetensi, daya saing dan kesejahteraan pekerja Indonesia khususnya di Malut.

Oleh karena itu Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada PT. IWIP yang membuka lapangan kerja bagi sekitar 12.000 orang pada tahun 2021 dalam menunjang proyek konstruksi dan produksi smelter.

“Semoga dengan terus berkembangnya Kawasan industri weda bay, masalah ketenagakerjaan khususnya masalah pengangguran bisa teratasi dan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat Maluku Utara bisa terus meningkat,” tandasnya.

Presiden Direktur IWIP Xiang Binghe, mengatakan perkembangan pesat IWIP selama periode ini karena mendapat dukungan kuat dari pemerintah Indonesia baik pemerintah pusat maupun daerah serta juga dukungan dari seluruh karyawan IWIP.

“Melalui kunjungan Menteri ini, kedepannya kami akan mempererat kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan melakukan invosi dalam pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia” ucap Binghe.

Adapun Gubernur Abdul Gani Kasuba mengungkapkan pihaknya sangat berharap bantuan pemerintah pusat dalam membangun SDM yang unggul di daerahnya, sehingga masyarakat Malut menjadi berdaya dan tidak tertinggal.

Dalam upaya menambah masyarakat yang dapat diberdayakan tersebut, ia pun menjanjikan akan menambah lahan untuk BLK Sofifi yang akan dihibahkankan ke Kemnaker, dari yang hanya sekitar 4, 8 hektar, kalau perlu bisa ditambah sampai 50 hektar.

“Sehingga ketersediaan dan kebutuhan tenaga kerja yang ada di Weda Bay, Maluku Utara dari sekitar 12 ribu orang ini akan ditambah menjadi 40 ribu orang,” kata Abdul Gani.(jpnn/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *