Cegah Covid, 1.500 Karyawan IWIP Ikut Program Vaksinasi

0
183
VAKSINASI: Karyawan IWIP saat mengikuti program vaksinasi covid-19 dalam rangka pencegahan penyebaran virus.(foto: IWIP for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Mewujudkan komitmen mencegah penyebaran Covid-19, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mulai melaksanakan program vaksinasi untuk karyawannya. Vaksinasi tersebut dimulai sejak 21 Mei 202, bertempat di dua tempat yang disiapkan manajemen PT IWIP, yakni Weda Bay Clinic dan kantor Lipe Metal Industry, salah satu tenant smelter di Kawasan Industri IWIP.

Kepala Weda Bay Clinic, dr. Aldi Bestary Situngkir mengatakan, vaksinasi ini merupakan bagian dari program gotong royong yang dicanangkan pemerintah melalui kerja sama Kemenkes, Bio Farma, dan Kadin.

“Program vaksinasi gotong royong ini diinisiasi oleh pemerintah. Sehingga, kita dapat kuota untuk melakukan vaksinasi, terhadap seluruh karyawan perusahaan,” ujar dr. Aldi di Weda, Senin (21/5).

Vaksinasi terhadap karyawan PT IWIP ini, akan secara bertahap dilakukan. Namun, bergantung pada kuota yang diberikan pemerintah. Menurutnya, antusiasme karyawan dalam mengikuti vaksinasi ini terbilang cukup tinggi. Dalam waktu empat hari, tercatat sudah lebih dari 1.500 karyawan PT IWIP mendapatkan vaksin.

Menurut dr. Aldi, dalam melakukan program ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Maluku Utara maupun Kabupaten Halmahera Tengah.

“Semoga dengan adanya vaksinasi di PT IWIP ini, kita bisa menyukseskan program vaksinasi gotong royong. Sehingga, meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja,” harapnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Halteng Lutfi Djafar mengatakan, pihaknya turut andil dalam proses vaksinasi tersebut. Salah satunya dengan mengirimkan tim tenaga vaksinasi. Jumlah tenaga yang dikirimkan sebanyak 5 orang.

“Mengingat sasarannya cukup banyak, PT IWIP juga meminta untuk dibuatkan tenaga P-care, guna menginput data sasaran vaksinasi,”kata Lutfi. Seraya berkata, “Jadi Dinkes sudah buatkan itu, PT IWIP sekarang sudah bisa lakukan pendataan sendiri,”ujar Lutfi.

Ia menambahkan, Dinkes tetap melakukan pengawasan dan koordinasi mengenai vaksinasi di PT IWIP. Seperti misalnya ketika ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), PT IWIP akan segera berkoordinasi dengan Dinkes guna dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Saya berharap, kalau bisa perusahaan mampu melakukan vaksinasi sebesar 75 persen dari total karyawannya,” lanjutnya.

Sedangkan Risfandi, salah satu karyawan PT IWIP, mengaku senang dengan adanya program vaksinasi ini. Baginya, vaksinasi ini sangat penting untuk dilakukan di lingkungan kerja seperti di PT IWIP, agar para karyawan tak perlu khawatir dengan adanya penyebaran Covid-19.

“Insya Allah kalau sudah divaksin kita bisa bekerja dengan lebih tenang, kekhawatiran pada penyebaran Covid-19 juga berkurang,” pungkasnya.(tr-01/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here