MUI Ternate Sebut Peserta Tahlilan Dibatasi dan Digelar Siang Hari

0
123
Ritual Tahlilan (Foto : net)

HARIANHALMAHERA.COM–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate ikut mersepon larangan kegiatan keagamaan seperti tahlilan sebagaimana yang tertuang dalam Maklumat bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Ternate, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah Kota Ternate dalam penanganan penyebaran Covid-19 diwilayah Kota Ternate.

Ketua MUI Ternate, Usman Muhammad mengatakan, tahlilan telah menjadi tradisi sebagian besar umat musim di Malut di setiap hajatan orang meninggal. Karena itu, tradisi ini tetap akan dilakukan hanya saja kapasitasnya dibatasi dan dilaksanakan di siang hari.

“Tentunya juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dan kalau bole dilaksanakan pada siang hari karena sudah ada maklumat pada jam 10 malam tidak ada aktifitas keluar rumah,”terangnya Jumat (9/7)

Usman menuturkan, pasca maklumat keluar, MUI juga telah berkordinasi  dengan Wali Kota. Dan rencananya kedua insituusi ini bakal menerbitkan edaran meminta kepada masyarakat terutama di mesjid-mesjid agar aktifitas keagamaan berjalan sebagaimana biasa, tetapi tidak mengabaikan protokol kesehatan. “Kemudian setelah salat dapat dibacakan doa tolak bahlah yakni kunut nazilah,”pintanya.

Dia juga meminta kepada pejabat baik di eksekutif maupun legislatif dan para pengusaha agar sementara waktu menahan diri agar untuk melakukan perjalanan keluar daerah terutama daerah Jawa.

“Bahkan saya himbau pada pemarintah pusat supaya jangan dulu menerima WNA, ini masyarakat dalam negeri di tekan jangan ke mana mana dan aktifitas dibatasi sementara setiap saat pemerintah mendatangkan WNA terutama dari Cina dan itu puluhan bahkan ratusan orang, itu informasi yang kita terima, jadi saya kira itu menjadi petimbangan juga,”ujarnya.(tr4/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here