Yuk Donor Darah!

0
124
ILUSTRASI donor darah. (foto: via alodokter.com)

Oleh: dr. Gloria Natalia
Dokter Umum RSUD Tobelo

SEMENJAK memasuki masa pandemi COVID-19, stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Tobelo mengalami penurunan yang signifikan, karena banyak orang yang ragu untuk mendonorkan darahnya.

Padahal setiap Rumah Sakit sangat membutuhkan donor darah untuk merawat pasien yang membutuhkan. Banyak orang yang takut mendonorkan darahnya karena kekhawatiran akan menularkan COVID-19  melalui donor darah.

Hal seperti ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena penularan COVID-19 adalah melalui tetesan (droplet) batuk atau bersin dari seseorang yang terinfeksi.

Manfaat Donor Darah
Banyak manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari donor darah, antara lain;

  1. Meningkatkan produksi sel darah
    Waktu melakukan donor, sel darah memang berkurang namun sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah yang baru dalam waktu 4 – 8 minggu. Jika mendonorkan darah secara rutin, maka tubuh akan terstimulasi membentuk sel darah baru yang lebih segar. Proses pembentukan sel-sel darah merah yang baru akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien dan produktif.
  1. Skrining penyakit menular lewat Transfusi Darah
    Sebelum darah diberikan kepada penerima donor, dilakukan serangkaian skrining antara lain HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Hal ini penting dilakukan demi mengantisipasi adanya penularan penyakit melalui transfusi darah. Jika diketahui ada hasil yang positif, akan dihubungi untuk pengobatan lebih lanjut.
  1. Menjaga kadar zat besi dalam darah
    Sekitar 0,25 gram zat besi akan berkurang pada saat kita melakukan donor. Pergantian zat besi ini justru merupakan hal yang baik bagi tubuh. Memiliki terlalu banyak zat besi juga tidak baik untuk pembuluh darah. Zat besi yang hilang dapat tergantikan dari makanan yang diikonsumsi.
  1. Berdampak Positive.
    Donor darah adalah kegiatan yang positif yang mulia dan bisa menolong sesama. Donor darah bisa membantu mereka yang membutuhkan darah dalam situasi mendesak.

Apa saja syarat untuk menjadi pendonor?
Tidak semua orang bisa menjadi pendonor, berikut syarat-syarat umum yang harus dipenuhi, antara lain:

  1. Sehat jasmani dan rohani
  2. Usia 17 sampai dengan 60 tahun
  3. Berat badan minimal 45 Kg
  4. Tekanan darah normal (Sistole 100 – 180 dan Diastole 70 – 100)
  5. Kadar Hb (Hemoglobin) 12,5-17,0 gr/dL
  6. Demi keamanan dan keselamatan pendonor, sesuai dengan PERMENKES 91 Tahun 2015, interval waktu sejak donor darah terkahir minimal 2 bulan.

Mari mendonorkan darahmu. Tidak hanya untuk kesehatan tubuh sendiri tetapi juga dapat menolong sesama kita yang membutuhkan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here