Guru Honorer Nekat Gantung Diri

0
753
NEKAT: Jenazah Joins Lores Tahalele (24), korban gantung diri berada di RSU Maba untuk proses visum. (foto: hasrul/harianhalmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Warga Desa Tewil Kecamatan Kota Maba, Sabtu dini hari pekan kemarin, sekira Pukul 03.000 WIT, digegerkan dengan adanya penemuan sesosok mayat yang menggantung di pohon jeruk.

Belakangan diketahui, mayat tersebut adalah Joins Lores Tahalele (24) yang berprofesi sebagai guru honorer di SMK N 1 Haltim. Joins diketahui, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan diri di pohon jeruk menggunakan seutas tali jemuran.

Kapolsek Maba Selatan Ipda M Toha Alhadar saat dikonfirmasi menjelaskan, sesuai keterangan saksi Harce (47), pohon jeruk tersebut berada di samping rumah korban. Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Saya memberitahukan kepada orang tua korban selanjutnya dicek dan ternyata kondisi korban sudah tidak bernyawa,” tutur Kapolsek mengulangi keterangan saksi.

Kapolsek juga mengaku, setelah mendapat informasi resmi soal kasus bunuh diri, pihaknya langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan barang bukti, melakukan identifikasi, dan mengorek keterangan para saksi.

“Selanjutnya kita berkoordinasi dengan RSU Maba untuk divisum,” jelas Toha.

Lantaran masih dalam suasana duka, pihaknya belum mengetahui  indikasi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

“Kami belum sempat berkoordinasi dengan pihak keluarga lantaran  masih situasi duka,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Ibrahim Saleh saat dikonfirmasi, mengaku sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Joins. Pasalnya, kata dia, korban merupakan guru honorer yang sangat aktif dan disiplin dalam melaksanakan tugas.

“Dia mengajar di 3 kelas jurusan listrik. Sekarang sudah tidak ada, maka kita harus cari lagi guru lain,” katanya.

Dikatakannya, sehari sebelum itu, korban sempat ke sekolah tapi tidak ada tanda tanda bahwa korban harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis seperti itu.

Yang diketahuinya, korban sempat mengambil foto para siswa dan dewan guru saat pengumuman kelulusan siswa pada hari pengumuman lulus.

“Tidak ada raut korban yang mencurigakan baik gelisah ataupun murung karena masalah,” terangnya.

Atas kejadin tersebut, pihak sekolah juga telah memberikan santunan maupun sejumlah hak korban berupa gaji honor yang belum terbayar dan pengawasan ujian ke pihak keluarga.(rul/cal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here