{"id":7259,"date":"2019-12-27T06:41:30","date_gmt":"2019-12-26T22:41:30","guid":{"rendered":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259"},"modified":"2019-12-28T06:44:44","modified_gmt":"2019-12-27T22:44:44","slug":"diktator-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259","title":{"rendered":"Diktator Baik"},"content":{"rendered":"<div class=\"row single-post\">\n<div class=\"col-md-12\">\n<div class=\"row\">\n<div class=\"col-12 date\">Oleh : Dahlan Iskan<\/div>\n<div class=\"col-6 text-right category\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"row mt-4 single-post\">\n<div class=\"col-md-12\">\n<div class=\"row article-wrapper\">\n<div class=\"col-12\"><\/div>\n<div class=\"col-12 mt-4 post-body\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Bentrok<\/strong> di Hongkong jalan terus. Kini sudah memasuki bulan ke-7.<\/p>\n<p>Yang menang: Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.<\/p>\n<p>Gara-gara demo besar di Hongkong itu nama Ing-wen pulih lagi.<\/p>\n<p>Padahal namanyi sudah jatuh habis. Setahun lalu. Partai yang dipimpinnyi kalah total. Di Pilkada serentak tahun lalu. Dia kalah hampir di seluruh Taiwan.<\/p>\n<p>Ing-wen sudah sempat bicara akan mengundurkan diri. Dan tidak akan maju lagi di Pilpres 11 Januari 2020.<\/p>\n<p>Reputasinyi tenggelam oleh Han. Pendatang baru dari Selatan. Dari kota terbesar kedua di Taiwan &#8211;Kaoshiung.<\/p>\n<p>&#8220;Han adalah kita&#8221;.<\/p>\n<p>Itulah kalimat yang banyak diucapkan di Taiwan. Untuk menandai bahwa Han adalah orang biasa. Polos. Bicara apa adanya. Merakyat. Kuat minum arak &#8211;seperti umumnya rakyat Taiwan. Pun dengan pakaian seperti karyawan pada umumnya.<\/p>\n<p>Han menjadi media darling.<\/p>\n<p>Yang dipikirkannya adalah perut rakyat &#8211;bukan politik. Juga perbaikan lapangan kerja. Ia tidak mau ikut rame-rame anti Tiongkok. Yang hanya menghasilkan kesusahan ekonomi di Taiwan.<\/p>\n<p>Lawan politiknya menganggap Han pro Tiongkok; Pro penyatuan Taiwan-Tiongkok; Pro\u00a0<em>One Country Two System<\/em>.<\/p>\n<p>Han sebenarnya tidak begitu-begitu amat. Tapi karena Ing-wen sangat anti Tiongkok maka lawannyi berarti pro Tiongkok.<\/p>\n<p>Politik kadang memang sesederhana itu.<\/p>\n<p>Apalagi kalau itu bisa dipakai untuk senjata memojokkan Han. Di saat Hongkong bergejolak demikian hebatnya. Sentimen anti Tiongkok meluas begitu hebatnya. Di Hongkong. Setidaknya di dalam hati mereka.<\/p>\n<p>Perasaan seperti itu yang merembet ke Taiwan.<\/p>\n<p>Itu yang sangat menguntungkan Ing-wen.<\/p>\n<p>Itu yang membuat Ing-wen unggul lagi dalam survei Pilpres.<\/p>\n<p>Waktunya sudah begitu mepet. Tinggal dua minggu lagi. Sulit bagi Han untuk mengejarnyi. Ing-wen kini sudah unggul 10 persen.<\/p>\n<p>Padahal sebelum ada demo di Hongkong, Han dipastikan terpilih. Ing-wen sudah tertinggal jauh.<\/p>\n<p>Hanya karena sulit cari tokoh di partainyi membuat Ing-wen tidak jadi mundur.<\/p>\n<p>Mungkin juga karena ada janji dukungan penuh dari Amerika. Termasuk bantuan keuangan dan ekonomi yang begitu besar.<\/p>\n<p>Kini tidak ada lagi isu &#8216;selama pemerintahan Ing-wen ekonomi Taiwan parah&#8217;.<\/p>\n<p>Kini pembicaraan ekonomi kalah oleh isu politik &#8211;menolak gagasan penyatuan dari Xi Jinping.<\/p>\n<p>Ekonomi selalu dan selalu kalah oleh politik. Di mana pun.<\/p>\n<p>Sejarah terulang di Taiwan.<\/p>\n<p>Bentuk Taiwan yang sekarang dulunya juga ditolak oleh rakyat Taiwan.<\/p>\n<p>Sejarahnya unik.<\/p>\n<p>Tiongkok memang agak kehilangan Taiwan sejak lama.<\/p>\n<p>Tahun 1895 Taiwan sudah di bawah Jepang. Selama 50 tahun. Segala sesuatunya ikut Jepang. Generasi lamanya bisa berbahasa Jepang. Termasuk penasehat bisnis saya.<\/p>\n<p>Ekonomi Taiwan, saat itu, juga sudah baik. Industri gula, tembakau, teh, dan perkebunan lainnya sudah maju.<\/p>\n<p>Memang semua itu dimonopoli Jepang. BUMN Jepang. Hasilnya dikirim ke Jepang. Orang Taiwan hanya jadi buruh. Atau petani. Yang hasil buminya harus dijual ke perusahaan-perusahaan Jepang itu.<\/p>\n<p>Ketika Jepang kalah di Perang Dunia ke-2, Taiwan diserahkan ke Sekutu. Berakhirlah kekuasaan Jepang di Taiwan. Selama 50 tahun.<\/p>\n<p>Sekutu lantas menyerahkan Taiwan ke Republic of China. Dengan status sebuah propinsim dari Tiongkok.<\/p>\n<p>Waktu itu belum ada People&#8217;s Republic of China.<\/p>\n<p>Di dalam negeri, kala itu, Tiongkok masih terjadi pergolakan. Antara nasionalis yang korup (Republic of China) dan pejuang komunis &#8211;yang kelak mendirikan People&#8217;s Republic of China.<\/p>\n<p>Pergolakan itu dimenangkan komunis. Pusat pemerintahan Republic of China mengungsi ke Taiwan. Komunis tidak mengejar mereka sampai Taiwan.<\/p>\n<p>Pemerintah pusat Republic of China tinggal menguasai dua provinsi: Taiwan dan Fujian. Pun yang disebut Provinsi Fujian sebenarnya hanya beberapa pulau kecil di lepas Pantai Xiamen. Daratan Fujian sendiri sudah dikuasai komunis.<\/p>\n<p>Dengan masih menguasai dua provinsi itu, Republic of China terus menyimpan dendam: kelak akan merebut provinsi-provinsi lain di Tiongkok-daratan.<\/p>\n<p>Demikian juga setelah komunis mendirikan People&#8217;s Republic of China. Tetap menyimpan dendam: suatu saat nanti akan mengambil Taiwan kembali menjadi salah satu provinsi di Tiongkok.<\/p>\n<p>Sejak itu ada dua pemerintah pusat Tiongkok. Di Taipei dan di Beijing.<\/p>\n<p>Sampai tahun 1979.<\/p>\n<p>Ketika Perserikatan Bangsa-bangsa akhirnya hanya mengakui satu China: People&#8217;s Republic of China yang di Beijing.<\/p>\n<p>Sejak itu status Taiwan bukan negara juga bukan provinsi. Pemerintahannya silih berganti.<\/p>\n<p>Yang berkuasa kadang pro Beijing. Kadang yang ingin merdeka. Sejak 5 tahun lalu partai yang menang adalah yang ingin Taiwan merdeka.<\/p>\n<p>Yang presidennya Tsai Ing-wen. Yang nyapres lagi untuk Pilpres 11 Januari.<\/p>\n<p>Partai Nasionalis Koumintang yang dulu mengungsi ke Taiwan sering kalah. Belakangan hampir akan menang. Lewat capresnya: Han. Gara-gara demo Hongkong nasib yang pro-Beijing kehilangan angin.<\/p>\n<p>Tapi Koumintang-lah yang membuat Taiwan maju. Lewat pemerintahan diktatornya.<\/p>\n<p>Sejak menerima penyerahan Taiwan dari Sekutu pemerintahan Koumintang tidak memberi angin ke demokrasi.<\/p>\n<p>Terutama sejak kerusuhan White Terror pada 1947. Waktu itu monopoli pindah: dari Jepang ke Koumintang.<\/p>\n<p>Semua hasil bumi dikirim ke daratan. Yang lagi perlu banyak logistik. Untuk biaya perang sipil melawan gerakan komunis.<\/p>\n<p>Itu pun kalah. Komunis menguasai daratan. Nasionalis Koumintang menguasai Taiwan.<\/p>\n<p>Harga-harga di Taiwan pun naik drastis. 10 kali lipat. Harga beras di Taiwan empat kali lipat dari Shanghai. Rakyat Taiwan marah.<\/p>\n<p>Petani pun membangkang. Tidak mau jual hasil bumi ke BUMN. Mereka ditangkap. Rakyat kian marah. Ada yang tertembak.<\/p>\n<p>Rakyat pun mengambil alih kantor-kantor pemerintah. Menyegel juga perusahaan-perusahaan BUMN.<\/p>\n<p>Militer turun tangan.<\/p>\n<p>Mereka dibasmi.<\/p>\n<p>Sampai 20.000 orang tewas.<\/p>\n<p>Taiwan dinyatakan dalam keadaan darurat. Selama 30 tahun. Masa darurat terpanjang dalam sejarah dunia.<\/p>\n<p>Pada era diktator itulah ekonomi Taiwan maju. Taiwan mendapat &#8216;diktator baik hati&#8217;.<\/p>\n<p>Baru di tahun 1990-an demokrasi lahir di Taiwan. Sangat demokratis. Sampai sekarang.<\/p>\n<p>Itulah yang melahirkan teori baru pembangunan ekonomi.<\/p>\n<p>Dapatkan dulu diktator baik hati. Untuk bangun ekonomi.<\/p>\n<p>Setelah maju barulah rakyat diberi demokrasi.<\/p>\n<p>Teori ini manjur juga di Korea Selatan.<\/p>\n<p>Singapura juga mendapat diktator baik hati. Hanya saja sampai kelak sudah sangat maju masih lupa memberi demokrasi.<\/p>\n<p>Masalah kita: tidak mudah mencari diktator baik hati.(dis)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Dahlan Iskan &nbsp; Bentrok di Hongkong&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":7260,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[110],"tags":[113,112,773],"newstopic":[],"class_list":["post-7259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan-dahlan","tag-catatan-harian","tag-dahlan-iskan","tag-dahlanis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Diktator Baik | Harian Halmahera<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diktator Baik | Harian Halmahera\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Dahlan Iskan &nbsp; Bentrok di Hongkong...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Harian Halmahera\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/hhredaksi\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-26T22:41:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-27T22:44:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"609\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi 02\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harh4lmahera\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@harh4lmahera\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi 02\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi 02\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3bcc38dae0fa294986d3b081d90af2bd\"},\"headline\":\"Diktator Baik\",\"datePublished\":\"2019-12-26T22:41:30+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-27T22:44:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259\"},\"wordCount\":886,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg\",\"keywords\":[\"Catatan Harian\",\"Dahlan Iskan\",\"Dahlanis\"],\"articleSection\":[\"Catatan Dahlan Iskan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259\",\"url\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259\",\"name\":\"Diktator Baik | Harian Halmahera\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg\",\"datePublished\":\"2019-12-26T22:41:30+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-27T22:44:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg\",\"width\":609,\"height\":400,\"caption\":\"Tsai Ing-wen Taiwan (Foto : disway.id)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?p=7259#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diktator Baik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/\",\"name\":\"Harian Halmahera\",\"description\":\"Terdepan dan Terbesar di Halmahera\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#organization\",\"name\":\"PT Halmahera Cemerlang Press\",\"url\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/cropped-halmahera.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/cropped-halmahera.png\",\"width\":480,\"height\":81,\"caption\":\"PT Halmahera Cemerlang Press\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/hhredaksi\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/harh4lmahera\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/harianhalmahera\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3bcc38dae0fa294986d3b081d90af2bd\",\"name\":\"Redaksi 02\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5724db8b3d5b65325fdcb6e9aafd212420c2949f0356fa32675e23d927298240?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5724db8b3d5b65325fdcb6e9aafd212420c2949f0356fa32675e23d927298240?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/5724db8b3d5b65325fdcb6e9aafd212420c2949f0356fa32675e23d927298240?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi 02\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/harianhalmahera.com\\\/?author=4\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diktator Baik | Harian Halmahera","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Diktator Baik | Harian Halmahera","og_description":"Oleh : Dahlan Iskan &nbsp; Bentrok di Hongkong...","og_url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259","og_site_name":"Harian Halmahera","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/hhredaksi\/","article_published_time":"2019-12-26T22:41:30+00:00","article_modified_time":"2019-12-27T22:44:44+00:00","og_image":[{"width":609,"height":400,"url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi 02","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@harh4lmahera","twitter_site":"@harh4lmahera","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi 02","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259"},"author":{"name":"Redaksi 02","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#\/schema\/person\/3bcc38dae0fa294986d3b081d90af2bd"},"headline":"Diktator Baik","datePublished":"2019-12-26T22:41:30+00:00","dateModified":"2019-12-27T22:44:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259"},"wordCount":886,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg","keywords":["Catatan Harian","Dahlan Iskan","Dahlanis"],"articleSection":["Catatan Dahlan Iskan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259","url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259","name":"Diktator Baik | Harian Halmahera","isPartOf":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg","datePublished":"2019-12-26T22:41:30+00:00","dateModified":"2019-12-27T22:44:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#primaryimage","url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg","contentUrl":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Tsai_Ing-wen_Taiwan_disway.id_.jpg","width":609,"height":400,"caption":"Tsai Ing-wen Taiwan (Foto : disway.id)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?p=7259#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/harianhalmahera.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diktator Baik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#website","url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/","name":"Harian Halmahera","description":"Terdepan dan Terbesar di Halmahera","publisher":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#organization","name":"PT Halmahera Cemerlang Press","url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/cropped-halmahera.png","contentUrl":"https:\/\/harianhalmahera.com\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/cropped-halmahera.png","width":480,"height":81,"caption":"PT Halmahera Cemerlang Press"},"image":{"@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/hhredaksi\/","https:\/\/x.com\/harh4lmahera","https:\/\/www.instagram.com\/harianhalmahera\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/harianhalmahera.com\/#\/schema\/person\/3bcc38dae0fa294986d3b081d90af2bd","name":"Redaksi 02","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5724db8b3d5b65325fdcb6e9aafd212420c2949f0356fa32675e23d927298240?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5724db8b3d5b65325fdcb6e9aafd212420c2949f0356fa32675e23d927298240?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5724db8b3d5b65325fdcb6e9aafd212420c2949f0356fa32675e23d927298240?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi 02"},"sameAs":["https:\/\/harianhalmahera.com"],"url":"https:\/\/harianhalmahera.com\/?author=4"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7259"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7259\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7261,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7259\/revisions\/7261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/7260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7259"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/harianhalmahera.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=7259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}