Bantuan Sembako Pemprov Malut di Sahu Timur Dipertanyakan

0
437
Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) menyerahkan bantuan paket sembako yang diterima secara simbolis oleh perwakilan Kecamatan di Kota Ternate , Selasa (5/5). FOTO HUMAS PEMPROV MALUT FOR HARIAN HALMAHERA

HARIANHALMAHERA.COM – Bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) berupa beras sebanyak 10 kilogram, mie instan, minyak goreng serta susu menuai pertanyaan.

Sebab, ketika sampai di lapangan, penyaluran bantuan kepada warga tidak sesuai. Temuan itu terjadi di Desa Gamnyial, Kecamatan Sahu Timur, Dimana, dari total beras sebanyak 10 kilo, hanya tinggal 5 kilo.

“Penyaluran sempat tertahan di kantor Camat, karena ada sebagian beras bantuan ternyata kurang. Mestinya 10 kilo. Kami di pemerintah desa juga tidak mau ambil resiko,” ungkap Kepala Desa (Kades) Gamnyial, Leonardo Kotta.

Leonardo yang juga Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sahu Timur ini, mengaku berdasarkan data untuk wilayah Sahu Timur, bantuan sembako dari Pemprov Malut dibagikan ke warga di 18 desa.

Yaitu, Taba Cempaka 22 KK, Gamnyial 15 KK, Hoku-hoku Gam 20 KK, Campaka 15 KK, Ngaon 15 KK, Gamsungi 12 KK, Goal 17 KK, Idam Gamlamo 24  KK, Awer 35 KK, Akelamo 37 KK, Loce 25 KK, Tibobo 27 KK, Aketola 44 KK, Taraudu Kusu 20 KK, Gamomeng 28 KK, Sidodadi 13 KK, Golago Kusuma 15 KK, serta Aer Panas 20 KK.

Dia juga mempertanyakan bantuan langsung tunai (BLT) bagi orang lanjut usia (Lansia) melalui Lembaga yang dipercayakan oleh Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial.

Sebab, bantuan sebesar Rp 1,5 Juta bagi lansia itu, tidak diketahui pasti petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan di lapangan. Karena dari total anggaran itu, hanya diberikan sebesar Rp 500 Ribu bagi warga penerima.

“Harusnya ada penyampaian juknisnya seperti apa, sehingga tidak membingungkan masyarakat. Karena ketika terjadi masalah, ujung-ujungan kami pemerintah desa yang disalahkan,” ujarnya.

Terkait bantuan sembako yang tidak sesuai di lapangan sebagaimana yang ditemukan di Desa Gamnyial, turut dibenarkan Hermanus Olas, tenaga pendamping bantuan sosial Sahu Timur.

Kekurangan bantuan sembako berupa beras itu, terjadi pada saat pembongkaran di kantor camat. Di mana, prosedur pembongkaran mestinya ada bon ret sehingga diketahui.

“Bamtuan ini sekian ratus koli. Tapi jika terjadi kekurangan langsung diselesaikan, sehingga tidak ada komplein. Dan secara keseluruhan Sahu Timur sudah disalurkan,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Bina Sosial dan Kesra Dinsos Halbar, Asrawi mengungkapkan, secara keseluruhan bantuan sembako dari Provinsi Malut diperuntukan bagi 4 ribu KK yang tersebar di Kecamatan Jailolo, Jailolo Selatan, Sahu, Sahu Timur, serta Jailolo Timur.

“Jadi bantuan ini juga terbatas, hanya pada 5 kecamatan yang tercover. Bantuanya berupa beras 10 Kg, mie instan 1 dos, minyak goreng 2 Kg, gula 2 Kg, susu 2 kaleng ditambah paket teh dan kopi masing-masing satu sachet,” pungkasnya. (tr-4/Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here