Rp 23 Miliar untuk Jalan di Sula dan Taliabu

0
369
Ilustrasi Proyek Jalan (Foto:Net)

HARIANHALMAHERA.COM–Dana pinjaman daerah sebesar Rp 350 Miliar yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut, ternyata tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur di ibu kota.

Anggaran yang dipinjamkan oleh PT SMI itu juga sebagian dikuncurukan untuk pembangunan infrastrktur di luar ibu kota termasuk di Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu (Pultab) pada tahun ini.

Di dua daerah itu, PUPR menggelontorkan anggaran sebesar Rp 23 miliar untuk kelanjutan pembangunan ruas jalan Malbufa Wai Ina  di Sula dan jalan Jorjoga Tabona di Pulatab. Bahkan, untuk mempercepat penuntasan jalan lingkar di Pulab, PUPR juga sudah berkoordinasi dengan BPJN kementrian PUPR.

Kepala Dinas PUPR Malut Santrani Abusama mengatakan, Pemprov tetap memberikan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Sula dan Pultab. “Kalau bicara kebutuhan  anggaran, kita menginginkan  semua kabupaten/kota dapat dilihat akan tetapi memang di perjalanan pembahasannya  terkadang pos – pos  itu terkendala dengan kebijakan,” akuinya.

Dia mencontohkan di Taliabu. Dimana, pada tahun kemarin seluruh peningkatan infratsruktur jalan baik di Bobong , Tikong, Tabona dan Jorjoga sudah dibuat perencanaan oleh PUPR.

Namun paska mau dibangun, daerah diperhadapkan dengan situasi yang  situasional seperti Covid -19 sehingga perencannan pun tertunda. “Jadi 2021 saya berharap ini masuk lagi supaya di Taliabu juga terlayani,” ungkapnya.

Untuk jalan lingkar Taliabu, PUPR juga sudah berkoordinasi dengan BPJN Kementrian PUPR agar di pulau Obi dan Taliabu bisa dilayani oleh kementrian PUPR. “Supaya  beban daerah tidak terlalu banyak dengan APBD kita yang kurang begitu signifikan,” katanya.

Dikatakan, jika dipaksakan sementara kebutuhan lainnya yang mendesak misalnya kesehatan dan lainnya disampuing itu PUPR juga tengah konsentrasi penyiapan infrastruktur untuk STQ, maka sentuhan dari pusat sangat dibutuhkan.

“Jadi ada dua daerah yang kita sudah komunikasi dengan balai itu yang pertama Obi kedua Taliabu tapi kedepan di luar daripada jalan kita pasti perhatikan  dengan anggaran pinjaman Rp 23 miliar yang nanti juga dialokasikan untuk Sula,” bebernya.

Diakuinya memang infrastruktur jalan capaiannya agak terlambat. namun dengan adanya dana pinjaman tetntu akan lebih cepat.

Ditempat yang sama, Kabid Jasa kontruksi (Jakon) PUPR Malut Nasrudin Salama mengatakan anggaran infrastruktur jalan di Pultab sudah dianggarkan PUPR sejak tahun 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019.  “Kalau untuk  jalan Bobong Tikong tahun 2016 dianggarkan Rp 12 miliar,” katanya

Di tahun 2018 itu dianggarpan sebesar Rp 8 Miliar. “Jadi total  kita bangun sudah sekitar 8 kilometer itu ruas jalan Bobong Tikong,” sebutnya

Terkait dengan pembangunan ruas jalan Bobong-Tikong ada pengusulan SK ruas jalan tidak masuk jalan Provinsi pada SK lama “Jadi mudahan – mudahan tahun ini ada  penyumpahan SK jadi ruas itu dia kembali lagi ke Provinsi,” harapnya.

Sedangkan jalan Jorjoga Tabona pada tahun  2020 oleh PUPR dianggarkan kurang lebih Rp 2,8 miliar dan ruas Tabona-Jorjoga Rp 1,8 milyar  “itu saya tidak berani lelang karena kondisi waktu yang sudah tidak memungkinkan  karena waktu itu kita mau lelang ada surat dari sekda pemberhentian sementara karena refocusing Covid -19 sehingga dengan surat balasan waktu dua bulan  saya rasa waktu tidak cukup untuk pelaksanaan fisik”,ungkapnya.

Sementara di Sula sendiri, ruas  jalan provinsi yakni Malbufa Wai Ina dari total 35 kilometer yang sudah dikerjakan sekitar  6 kilometer hotmix .

Maka dengan adanya dukungan anggaran di tahun ini sebesar 23 miliar  sekian akan dilanjutkan sepanjang 5, 6 kilo. “Jadi kita sudah mulai mobilisasi alat ke kepulauan sula,” tukasnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here