4 Adat Dorong Pemekaran Kao Raya

Usulkan Bandara Kao jadi Bandara Internasional

0
195
Ilustrasi

HARIANHALMAHERA.COM–Kunjungan presiden ke daerah, menjadi momen istimewa bagi masyarakat. Selain tidak bisa setiap saat, seorang presiden memiliki tugas kenegaraan yang lebih besar. Karena itu, saat kedatangan presiden di daerah, pemerintah did aerah dan masyarakat akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Seperti persiapan yang dilakukan empat suku adat yang ada di Kao-Malifut. Menurut Sekretaris adat suku Boeng, Dominggus Isack Bitjara, ke empat suku, yakni suku Boeng, Pagu, Towiliko, dan suku Madole telah menyiapkan sedikitnya tiga poin aspirasi untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui, Presiden Jokowi tiba hari ini Kabupaten Halut. Ada dua agenda Jokowi di Kecamatan Kao. Yakni, meresmikan Bandara Kuabang dan peninjauan program vaksinasi covid-19 di Kecamatan Kao. Kedatangan presiden disambut meriah warga.

“Kami dari empat adat sangat bahagia atas kunjungan presiden, sebab masyarakat adat akan memanfaatkan momentum bersejarah itu untuk utarkan impian mereka yang belum teralisasi,” katanya, Selasa (23/3).

Dalam tatap muka masyarakat bersama presiden nanti, lanjut Dominggus, masyarakat adat yang diwakili dewan adat akan menyampaikan tiga poin aspirasi yang sudah disiapkan dalam bentuk surat. Pertama, meminta presiden agar merealisasikan daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Kao Raya.

Kedua, bisa menaikkan statis bandara Kuabang Kao sebagai bandara internasional. Dan ketiga, meminta secepatnya disahkan RUU perlindungan masyarakat adat menjadi UU. “Masyarakat adat juga diundang dalam tatap muka nanti. Kesempatan ini akan kami sampaikan tiga poin aspirasi dan diharapkan presiden bisa merealisasikannya, terutama soal UU perlindungan masyarakat adat,” ujarnya.(dit/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here