Ajak Masyarakat Pakai Produk Lokal

0
122
Sekprov Malut Samsuddin A Kadir melihat produk-profuk lokal buah tangan pelaku UMKM di Malut dalam expo Produk UMKM Malut yang dipusatkan di Aula Maitara, Kantor BI Perwakilan Malut di Ternate

HARIANHALMAHERA.COM–Pemerintah terus berupaya membangkitkan kembali Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang benar-benar merasakan dampak akibat pandemi covid-19.

Selain memberikan stimulus lewat anggaran pemulihan ekonomi (PEN), beberapa aksi pun turut dilakukan. Seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan  Karya Kreatif Indonesia yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) di seluruh kantor Perwakilan

Di Malut sendiri, kegiatan yang diranglai dengan Pameran Produk UMKM Malut itu berlangsung di Aula Maitara, Kantor BI Perwakilan Ternate.

Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) yang diwakili Sekprov Malut mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung pergerakan perekonomian nasional. Selain menghasilkan keuntungan bagi pemilik usaha, keberadaan UMKM juga membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Namun, dengan kondisi pandemik saat ini, kebijakan pembatasan aktifitas tentu sangat berdampak pada penurunan pendapatan termasuk UMKM. Karena itu, pemprov pun mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan BI ini

Lewat kesempatan itu, Sekprov pun mengajak kepada semua pihak mensukseskan Gerakan Bangga menggunakan Produk Indonesia dengan membeli dan menggunakan produk-produk lokal.

Sebab, selain menghidupkan UMKM sebagai poros utama perekonomian masyarakat, juga turut berkontribusi dalam mempromosikan kekayaan alam dan budaya daerah lewat produk produk lokal yang dipakai. “Membeli dan Menggunakan produk lokal adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk memulihkan perekonomian bangsa,” ucapnya.

Dia mengingatkan bahwa di Era Ekonomi digital,  lebih dipermudah dalam melakukan transaksi melalui QRIS yang merupakan standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang telah diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

QRIS merupakan upaya standardisasi oleh Bank Indonesia untuk semua perusahaan yang memanfaatkan teknologi finansial (fintech) seperti GoPay, OVO, DANA, LinkAja, dan lainnya. Pembayaran digital menggunakan scan QR Code dapat di scan, dikenali atau dibaca oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

Tentu saja, kata sekprov  transaksi akan menjadi lebih mudah cepat dan aman. “Jadi saya juga menghimbau kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan layanan kemudahan bertransaksi ini dengan baik.” Himbaunya

Kepala BI Perwakilan Malut Jeffri Dwi Putra mengatakan BI terus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi Nasional melalui pembukaan sektor-sektor ekonomi yang produktif dan aman, akselerasi stimulus fiskal mendorong penyaluran kredit perbankan baik dari sisi permintaan maupun penawaran, melanjutkan stimulus kebijakan moneter dan latorprudensial serta akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Selain itu, sinergi kebijakan juga dikembangkan terkait pemberdayaan UMKM, pengembangan Pariwisata dan pengembangan ekonomi Syariah. “Ketiga pilar ini didukung juga dengan implementasi sistem pembayaran yang cepat, murah,  aman dan mudah,” katanya.

Lebih jauh dia juga mengatakan sebagai bentuk dukungan, BI juga membuat fleksit-fleksit program yaitu karya kreatif Indonesia yaitu suatu exsebisi dari produk-produk unggulan UMKM binaan di seluruh kantor-kantor BI di seluruh Indonesia yang akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Saya berharap kita semua bisa mencintai dan mengkonsumsi produk UMKM sebagai perwujudan bangga buatan Indonesia dan selanjutnya bisa menjadi obat bagi pemulihan ekonomi  Nasional di Masa Pandemi,” ucapnya. (adv/lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here