Bom Seberat 600 Kg Sisa Perang Dunia II Ditemukan di Lapangan Bola Desa Towara Galela

0
174
JUMBO: Bom ukuran besar dengan panjang sekira 1 meter dan berat diperkirakan 600 kg ditemukan warga Desa Towara, Kecamatan Galela, Jumat (26/3). (foto: istimewa)

HARIANHALMAHERA.COM— Masyarakat Desa Towara, Kecamatan Galela, Halut menemukan sebuah bom diduga peningalan Perang Dunia (PD) II. Mortir yang ditemukan terbilang sangat besar. Panjangnya mencapai 1 meter dan beratnya diperkirakan 600 kg.

Penemuan bom bermula dari masyarakat desa yang melakukan kerja bakti pada Jumat (26/3) sekira pukul 18.00 WIT di lapangan bola Desa Towara. Raifan Sadek bersama temannya Irfan Ngawaro yang pertama kali menemukan mortir tersebut.

Belum diketahui pasti bagaimana keduanya menemukan bom ukuran jumbo tersebut. Namun, dari foto yang diperoleh, diperkirakan bom ditemukan dalam posisi berdiri dengan kemiringan sekira 20 derajat dengan bagian ujung menghadap ke atas.

Dilihat dari ketebalan tanah galian, ujung bom diperkirakan tidak lebih dari 50 cm dari permukaan tanah. Kemungkinan saat itu, keduanya melakukan penggalian kecil yang secara tidak sengaja menyentuh bagian ujung bom.

Meski kronologi pasti masih dicari tahu, namun keduanya begitu sigap langsung melaporkan kepada kepala desa setempat. Penemuan itu selanjutnya diinformasikan ke Polsek Galela dan selanjutnya diteruskan Polres Halut dan Sat Brimob Polda Maluku Utara (Malut).

“Ukuran bom sekira 1 meter lebih dengan berat diperkirakan 600 kg. Kami terima laporan dari personil Polsek Galela. Saat itu juga langsung diterjunkan personil ke tempat penemuan dan mengamankan lokasi,” kata Kasubag Humas Polres Halut AKP Mansur Basing.

Lanjut Mansur, setalah mengamankan lokasi, penemuan itu langsung dikoordinasi dengan Unit Jihandak Sat Brimob Polda Maluku Utara untuk penanganan mortir tersebut.

“Kondisi fisik bom sudah berkarat dan kemungkinan merupakan sisa peninggalan perang. Saat ini TKP tersebut telah dipasang police line dan di awasi oleh Personil Polsek Galela agar tidak ada warga yang mendekat,” terang Mansur.

“Bom yang ditemukan belum diketahui masih aktif atau tidak karena masih menunggu tim Jihandak Sat Brimob untuk melakukan pemeriksaan,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Desa Towara Mikdar Ramli saat dihubungi wartawan menjelaskan bahwa, memang warganya saat kerja bakti menemukan mortir tersebut.

“Saat ditemukan, warga langsung melapor kepada saya agar bisa melaporkan ke pihak kepolisian. Mungkin sisa perang dunia II. Diperkirakan bom tersebut masih aktif dan belum pernah dipakai,” terangnya.

Terpisah, Dansat Brimob Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Muhammad Erwin kepada wartawan, Sabtu (27/3), juga menyebut belum bisa memastikan apakah bom itu masih aktif atau tidak.

“Kita tidak punya gudang untuk menyimpan bom sebesar itu, kita akan disposal, bisa diledakkan bisa dipotong-potong di hutan Halmahera yang tidak ada orang,” jelas Muhammad, dikutip dari kumparan.com.

Ia bilang, saat mendapatkan laporan terkait penemuan bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II itu, anggotanya sudah bergerak ke lokasi.

“Ada laporan, kita langsung bergerak, kalau masalah seperti itu, kita respons cepat,” ungkapnya.(cw/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here