Insentif Imam dan Pendeta Cair sebelum Puasa

0
196
Ilustrasi: Uang

HARIANHALMAHERA.COM–Pengalihan sistem pengelolaan keuangan daerah dari SIMDA ke SIPD ikut berdampak pada tersedatnya penyaluran dana intensif bagi para Imam dan Pendeta maupun pengelola TPQ.

Kabag Kesra Setda Ternate Mudjais Walanada mengaku, tunjangan Intensif bagi para imam dan pendeta serta pengurus TPQ itu telah diusulkan ke BPKAD untuk dicarikan. Namun, dia memastikan realisasi dana untuk menunjang para pelayan umat itu ditargetkan akan dicairkan hari sebelum memasuki bulan Ramadan.

Mujaiz mengatakan, pengalihan sisitem dari SIMDA ke SIPD tentunya membuat proses pencairan dana juga berubah dari tunai ke nontunai alias ditransfer langsung melalui rekening penerima.

Masalahnya, hampir sebagian besar para penerima dana intensif itu tidak memiliki rekening. “Jadi kita berharap kepada para penerima agar dapat membuka rekening melalui bank terdekat,” pinyanya.

Selain itu, mengingat saat ini Ternate tengah dilanda pandemi Covid-19, maka pencairan dana intensif juga akan dibagi dalam enam titik di beberapa zona. “Ini untuk menghindari adanya kerumunan,” ucapnya.

Tahun ini, Pemkot mebgalokasikan dana intensif bagi bagi para Imam dan Pendeta maupun pengelola TPQ sebesar Rp 1,8 miliar yang diperuntukan bagi 700 Imam se Kota Ternate, 29 Pendeta, serta 223 pengurus TPQ.

Sementara besar insentif yang diterima masing-masing Imam dan Pendeta sebesar Rp 3 juta, sedangkan pengurus TPQ sebesar Rp 1,7 juta per orang. “Besaran tunjangan Intensif ini juga sesuai standar kapasitaa jamaah.Misalnya satu masjid jamaahnya banyak,otomatis intensinya juga besar,”katanya. (tr4/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here