PENDAFTARAN PARPOL DIBUKA NOVEMBER

0
115
ILUSTRASI standing banner memuat daftar Parpol peserta Pemilu 2019. (foto: matamatapolitik.com)

HARIANHALMAHERA.COM–Hasil rapat pendapat (RDP) terkait persiapan pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden langsung ditindaklanjuti. Komisi Pemilihan Umum siap mendetailkan tahapan, perencanaan, hingga potensi masalah sebagaimana hasil kesepakatan.

”Poin-poin dalam kesimpulan RDP saat ini tengah dipersiapkan untuk ditindaklanjuti. Termasuk, detail tahapan dan waktu penyelenggaraan, perincian anggaran,” kata Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi kemarin (16/3). Desain yang disampaikan KPU juga baru bersifat sementara berdasar hasil kajian internal. Untuk mematangkan, pihaknya bakal berkoordinasi dan menyerap masukan dengan pihak-pihak lain.

Sebagaimana hasil kesepakatan dalam RDP, nanti ada tim khusus yang melakukan kajian bersama. Tim tersebut meliputi KPU, Bawaslu, DKPP, Komisi II DPR, dan Kementerian Dalam Negeri. ”Semoga dalam waktu dekat tim kerja bersama ini sudah dapat direalisasikan,” imbuhnya.

Raka menambahkan, dalam desain tahapan, pihaknya juga mengantisipasi belum berakhirnya situasi pandemi. Karena itu, dari segi regulasi maupun kebutuhan logistik seperti alat pelindung diri dan sejenisnya dimasukkan ke perencanaan. ”Dalam konteks ini, sejumlah peraturan KPU terkait protokol kesehatan Pilkada 2020 bisa sebagai bahan,” jelasnya.

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari kemarin sempat menunjukkan simulasi yang dibuat KPU. Rencananya, tahapan Pemilu 2024 dimulai pada September 2021. Diawali dengan sosialisasi, penyusunan peraturan KPU, dan perencanaan program. Jadwal pendaftaran partai politik juga dimajukan. KPU merancang pendaftaran parpol peserta pemilu dibuka pada November tahun ini.

Sementara itu, untuk Pilkada 2024, tahapannya direncanakan start pada November 2023. Saat pilkada dimulai, tahapan pemilu bakal berada pada tahap pemutakhiran data pemilih.

Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia Aditya Perdana menambahkan, selain persiapan teknis, partai politik perlu menyiapkan diri. Dalam hal itu, partai harus mulai menyiapkan regenerasi elite politik. ”Pilpres 2024 seharusnya dipandang oleh seluruh partai politik sebagai upaya untuk terus menjaga regenerasi kepemimpinan,” ujarnya.

Jika regenerasi berjalan, Aditya menilai isu-isu kontraproduktif seperti perpanjangan jabatan presiden tidak akan muncul. ”Jadi, bukan lagi memperdebatkan masa jabatan seorang presiden,” imbuhnya.

Aditya menambahkan, regenerasi menjadi salah satu indikator berjalannya demokrasi yang sehat. Sebab, tidak ada pihak yang mendominasi kekuasaan terlalu lama. ”Regenerasi kepemimpinan di negara demokrasi sebenarnya landasan penting,” jelasnya.

Waktu yang ada saat ini, kata Aditya, masih lebih dari cukup bagi partai mempersiapkan diri. Parpol ditantang menghadirkan calon-calon terbaiknya, baik dalam kontestasi legislatif maupun presiden. Masih ada waktu lebih dari dua tahun bagi parpol untuk bersiap. (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here