Wagub Ikut Protes PJU di Jalan 40

Mesin Pembangkit PLN Sofifi Tak Mampu Layani Listrik di Pelaksanaan STQ

0
161
M. Yasin ali (Foto:Malut Post)

HARIANHALMAHERA.COM–Tidak hanya dari anggota DPRD Provinsi Malut, proyek pemasangan ratusan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sebagian jalan kilometer 40, Sofifi juga diprotes oleh wakil gubernur (Wagub) M Al Yasin Ali.

Menurut Wagub, proyek yang menelan anggaran Rp 40 Miliar itu terkesan memboros listrik mengingat jarak antara PJU cukup berdekatan baik yang ada di sisi kiri dan kanan maupun di median jalan.

Apalagi, di areal jalan 40 sendiri sudah terdapat PJU yang dipasang Dinas ESDM. “Soal lampu di jalan 40 harus bakudapa Santrani. Cabut tong kasi pindah supaya jangan tatalu rapat, karena talalu rame,” ungkap Wagub Minggu (21/3)

Menurutnya, jika jarak antara PJU diubah menjadi 50 meter, maka seluruh jalan 40 terutama di arah Barat dan Timur bisa dipasangi PJU. “Kalau lampu itu dipindahkan jalur yang lainĀ  kantor gubernur juga sampai jalan 40 full samua. Yang diinginkan Sofifi terang berubah dengan kehadiran tamu STQ. TetapiĀ  harus diatur supaya bagus,” katanya.

Apalagi, dari penjelasan pihak PLN Area Sofifi, kapasitas mesin pembangkit listrik yang dimiliki PLN Sofifi tidak akan mampu memenuhi kebutuhan listrik pada saat pelaksanaan STQ jika semua PJU dinyalakan.

Karenanya, dia akan meminta Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) segera kordinasikan ke PUPR. “STQ kong lampu mati tong siapkan genset dan segala macam lagi ? cecarnya.

Wagub mengaku, hal ini akan segera disampaikan ke Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK) selaku pengambil kebijakan saat orang nomor satu di Malut itu kembali dari Jakarta. “Insya Allah nanti disampaikan setelah pak gubernur Cek up kesehatan di Jakarta kembali,”akuanya.

Sementara untuk pembangunan masjid raya Sofifi, ditargetkan harus selesai antara Agustus hingga September. Karena itu BPKAD sendiri oleh Gubernur diminta unutk segera memproses pencairan anggaranya sehingga pekerjaan bisa dipercepat . “Setelah sudah selesai pekerjaan baru dikordinasikan dengan presiden soal peresmian,” katanya.

Wagub menegaskan pembukaan STQ dijadwalkan tanggal 11 Oktober dengan pertimbangan mengikuti jadwal kehadiran kedutaaan besar Arab Saudi di STQ. “Jadi setelah pembukaan STQ, tanggal 11 dan 12 dong bisa hadir tong pe ulang tahun provinsi,” jelasnya seraya mengaku sudah menyurat permintaan ke Kementrian Agama (Kemenag) RI.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here