KPU Intens Sosialisasi ke Masyarakat

0
106
JANGAN GOLPUT: Komisioner KPU intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk datang mencoblos saat PSU.(foto: Faisal/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Menjelang hari H Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Susulan (PSS), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halut intens melakukan sosialisasi bagi pemilih. Dalam sosialisasi ini KPU Halut meminta kepada masyarakat agar tetap menyalurkan haknya sebagai pemilih pada 28 April.

Sebagaimana sosialisasi KPU di kantor Desa Supu, Jumat (23/4) pekan lalu, komisioner KPU Sefriando Bitakono dan Asmawati Marsaoly didampingi PPK Kecamatan Loloda Utara dan PPS Desa Supu, memberikan secara bergantian meminta kepada masyarakat agar tetap menyalurkan hak pilih karena KPU saat ini ingin meningkatkan partisipasi pemilih, sehingga demokrasi di Halut ke depannya lebih baik.

“Kami meminta kepada masyarakat agar tetap menjadi pemilih aktif, memilih sesuai dengan hati nurani masing-masing, KPU minta agar masyarakat jangan golput,” pintanya.

KPU Halut juga meminta kepada masyarakat agar menjaga keamanan pada saat pemilihan nanti. Bagi yang mengikuti PSU KPU berharap tetap memberikan hak pilih, jangan terprovokasi dengan orang lain karena hak mencobolos seseorang adalah rahasia dan tidak bisa diketahui oleh orang lain.

Bukan hanya di Desa Supu, KPU Halut pada Minggu (25/4) melakukan monitoring di TPS khusus PT NHM untuk memastikan kesiapan pencoblosan. KPU memastikan semua kesiapan sudah harus disiapkan dengan baik. KPU juga mendistribusikan logistik berupa formulir C pemberitahuan (undangan) untuk masyatakat yang memilih di PSU. “Kami melakukan monitoring ke semua TPS yang ada untuk melihat langsung kesiapan karena akan disalurkan logistik,” tutur Asmawaty.

Di sisi lain, tahapan pencoblosan nantinya tetap menggunakan protokol kesehatan (prokes) karena masih dalam kondisi masa pandemi Covid-19, sehingga semua petugas pemilihan dan masyarakat harus mentaati prokes.

KPU Halut akan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penyelenggara agar pada hari pencoblosan nanti semua harus mengunakan APD, karena apabila penyelenggara tidak mengunakan APD maka akan dijadikan temuan sesuai dengan PKPU. “Kami akan menyiapkan APD untuk penyelenggara ad-hoc juga menyediakan APD untuk masyarakat yang datang mencoblos tetapi terbatas. Masyarakat harus membawa minimal masker dari rumah untuk datang ke TPS,” kata Sefriando.

Lanjut Sefriando, APD yang disiapkan berupa sarung tangan, masker, sabun pencuci tangan, pengukur suhu, dan ember. “Ini akan didistribusi sebelum pencoblosan dan semua penyelengara wajib memakai APD yang di berikan KPU. Tahapan pemilihan ini kita harus mengikuti protokol kesehatan, seperti pemilihan sebelumnya,” terangnya.

Pemilih yang nantinya masuk ke TPS harus mencuci tangan setelah itu di lanjutkan dengan mengukur suhu badan, apabila suhu pemilih di atas 37,0 akan disediakan bilik khusus. “PPS akan menyediakan bilik khusus di peruntukan untuk pemilih yang suhunya tinggi, karena ini juga perintah PKPU, sehingga kita wajib melaksanakan,” ujarnya.

Terkait sistem penghitungan suara, Sefriando menyebut masih seperti pemilihan sebelumnya. PPK dan PPS akan menggunakan aplikasi sirekap untuk mengirim data ke KPU. Aplikasi sirekap ini akan terbaca sampai ke KPU RI, sehingga tidak ada kecurangan dalam pemilihan.

“Kami tetap menggunakan aplikasi serikep untuk menghindari terjadinya kecurangan. Aplikasi ini untuk memudahkan penyelenggara,” pungkasnya.(cw/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here