Semangat Kartini Modern di Tambang Emas Gosowong

0
186
KITA BISA: Para karyawan perempuan di PT NHM memperingati Hari Kartini, kemarin.(foto: NHM for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–TANGGAL 21 April diperingati oleh Indonesia, terutama oleh para perempuan Indonesia sebagai hari kemerdekaan kaum perempuan. Ini adalah hari lahirnya Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional Indonesia yang sangat berjasa dalam mengangkat derajat kaum perempuan. Kini emansipasi perempuan itu telah berkibar di banyak sektor kehidupan.

Di Tambang Emas Gosowong, di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, semangat yang sama terlihat jelas. Para perempuan Indonesia dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama yang berasal dari Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara saat ini bekerja dan berkarir di tambang yang dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) itu.

Berbeda dengan PT NHM dahulu kala. Kini sejak mayoritas sahamnya diambil alih oleh Indotan yang dipimpin oleh Haji Robert Nitiyudo, keberadaan perempuan di perusahaan tersebut semakin diapresiasi. Pada tanggal 21 April 2021 mereka semua merayakan emansipasi itu. Acara perayaan Hari Kartini itu dilaksanakan di dalam kawasan Tambang Gosowong dihadiri para karyawati dan General Manager Planning and Production PTNHM, Rado Lawolo.

Menurut Manajer Komunikasi PTNHM, Ramdani Sirait,  saat ini ada 166 karyawan perempuan di PT NHM, baik yang bekerja di Kawasan tambang di Gosowong, di kantor Jakarta maupun di kantor Manado. Ini adalah angka yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Yang menariknya lagi, kata Ramdani, sejak dipimpin oleh Haji Robert, jumlah perempuan di level manajemen ada 4 orang saat ini yaitu satu di posisi General Manager dan 3 di posisi manager. “Sebelumnya hanya ada satu perempuan di level manajemen. Begitu juga untuk level superintendent dan supervisor, jumlahnya bertambah,” kata Ramdani.

Keberadaan perempuan di industri tambang, lanjutnya, memberi nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan tambang terutama tentang kesetaraan (equality) karena perempuan juga bisa bekerja dan berkarir bahkan memimpin di dunia usaha yang dulunya diindentikan dengan dunianya laki-laki.

“Misalnya saja, di Tambang Emas Gosowong ada perempuan yang menjadi operator kendaraan ADT (Articulated Dump Truck) dengan berat sekitar 14 ton dan material yang diangkut bisa 20 ton lebih. Juga ada mining engineer perempuan yang bekerja di unit tambang Toguraci dan Kencana. Ini adalah bukti bahwa perempuan memang bisa sejajar dengan laki-laki,” terangnya.

Ramdani menambahkan, PT NHM sangat mengapresiasi keberadaan perempuan akan terus meningkatkan partisipasi perempuan tersebut di aktivitas yang berkaitan langsung dengan tambang maupun di sektor penunjang lainnya.(fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here