Panglima ASN Halut Berganti; Noya ke Papilaya

Fokus Reformasi Birokrasi dan Penataan Pusat Kota

0
198
GANTI PANGLIMA: Penjabat Bupati Halut saat melantik Erasmus Joseph Papilaya sebagai Penjabat Sekda menggantikan Yudhiahart Noya di Pandopo lantai II Kantor Bupati Halut, Rabu (2/6).(foto: Humas Pemkab Halut)

HARIANHALMAHERA.COM–Mutasi jabatan dalam organisasi pemerintahan sudah biasa. Hanya saja, mutasi jabatan pimpinan tinggi di Pemkab Halut, kemarin, terbilang cukup mengangetkan. Pasalnya, selama ini tidak ada sinyal akan ada pergantian panglima Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Sekretaris Daerah (Sekda).

Penjabat Bupati Halut Saifuddin Djuba melantik Erasmus Joseph Papilaya sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) menggantikan Yudhiahart Noya. Pengambilan sumpah janji dilakukan di Pandopo lantai II Kantor Bupati Halut, Rabu (2/6).

Saifuddin Djuba menjelaskan, pelantikan Pj sekda berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku Utara Nomor: 821.2/JPTP/69/V/2021 tertanggal 2 Mei 2021, tentang persetujuan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Halut. Dalam surat itu turut mencantumkan beberapa hal pertimbangan yang salah satunya adalah Hasil Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekda Halut yang telah mendapat Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Pelantikan penjabat sekda sudah sesuai dengan reguasi. Karena itu saya berharap penjabat Sekda tetap melaksanakan tugas administrasi pemerintahan yang baik,” katanya.

Saifuddin juga mengatakan, pelaksanaan tugas-tugas yang akan diemban oleh penjabat sekda, di antaranya membantu kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, aspek pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pelayanan publik, juga menjalankan aspek teknis pemerintahan umum, khususnya terkait dengan kondisi situasional di daerah.

“Itulah sebabnya saya mengharapkan agar beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, yakni mencakup tertib administrasi dan keuangan, kinerja dan disiplin pegawai, juga perencanaan sampai dengan pengawasan program kegiatan haruslah mendapat perhatian maksimal yang sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menurut Saifuddin, jabatan sekretaris adalah jabatan yang sangat penting karena faktor yang sangat signifikan dalam reformasi birokrasi. ”Saya berpesan penjabat sekretaris harus mampu menjadi penggerak dalam reformasi dan birokrasi,” pesannya.

Selain itu, tambah Saifuddin, hal lain yang perlu mendapat perhatian dalam penugasan nanti adalah kawasan perkotaan Tobelo sebagai ibu kota kabupaten harus menampakan suasana kawasan kota yang bersih dan terang. “Artinya bersih dari sampah dan terang dalam kawasan sebagaimana yang diperlukan,” ujarnya.

Saifuddin yang juga menjabat Karo ULP Pemprov Malut memberikan selamat atas dilantiknya Penjabat Sekda yang baru dan juga mengucapkan terima kasih kepada Penjabat Sekda yang sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan untuk daerah selama ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Yudhiahart Noya atas keberhasilan-keberhasilan yang telah dilakukannya selama ini untuk daerah dan selamat kepada Drs Erasmus Joseph Papilaya dalam mengembang tugas, semoga amanah dalam menjalankannya,” ucapnya.

Dalam sambutan, Saifuddin kembali mengajak kepada seluruh masyarakat Halut agar terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga hasil Pilkada yang sementara bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) segera terselesaikan dengan baik. ”Kami berharap agar proses sengketa Pilkada di MK segera berakhir, sehingga dilanjutkan dengan penetapan bupati dan wakil bupati terpilih,” tandasnya.

Sementara itu, penjabat Sekda EJ Papilaya mengatakan, apa yang disampaikan penjabat bupati terkait dengan tugas akan segera dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. ”Sekda itu sama dengan kepala kantor, jadi menata administrasi dan keuangan, kinerja dan disiplin pegawai, juga perencanaan sampai dengan pengawasan program kegiatan,” katanya.

Disinggung terkait dengan disiplin pegawai yang menurun di masa pandemi covid-19, Papilaya yang biasa dipanggil Oce mengatakan, sebagai pembina terhadap pegawai, dirinya akan mendorong agar pegawai bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. “Kami akan menata itu karena ada kinerja pegawai yang dibayar sesuai dengan kehadiran dan jam kerja,” ujarnya.

Begitu juga terkait dengan masalah sampah dan penerangan jalan yang berada di kota Tobelo, Oce menyebutkan akan menggalang seluruh potensi yang ada seperti perkuat peran paguyuban-paguyuban, sekolah serta stakeholder. “Kami akan kumpul perangkat desa, agar sama-sama kita konsen terhadap persoalan sampah dan penerangan jalan,” tuturnya.

Belum Ada Sekda Definitif

Diketahui, informasi terkait jabatan sekda yang saat ini diisi penjabat, sedang diupayakan untuk mencari seorang pejabat definitif. Seleksi jabatan terbuka sudah selesai dilaksanakan. Terakhir, sudah diusulkan tiga nama yang akan menduduki jabatan yang ditinggalkan mendiang Fredy Tjandua itu.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, semasa pemerintahan Bupati Frans Manery, sudah mengajukan tiga calon sekda kepada Gubernur Malut. Tiga nama yang diajukan Frans, yakni Yudhiahart Noya, EJ Papilaya, dan Hernefer Tjandua.

Kala itu, Frans menyebut tinggal menunggu tanggapan gubernur. Selanjutnya, melalui Pemprov Malut dikirim usulan nama itu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk diverifikasi. Usai verifikasi, selanjutnya dikembalikan ke daerah untuk ditetapkan siapa sekda definitif berdasarkan hasil verifikasi.

Pada pelantikan kemarin, kabarnya sudah ada hasil verifikasi Kemendagri dan KASN. Hanya saja, dalam penentuan sekda definitif masih harus menunggu dilantiknya bupati definitif.(cw/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here