NAKES DI MALUT KEWALAHAN

IDI Desak Aktifkan Satgas di Tingkat RT

0
98
Ilustrasi (foto: medkomtek.com)

HARIANHALMAHERA.COM–BANYAKNYA tenaga kesehatan (nakes) di Maluku Utara (Malut) yang terapar Covid-19, hingga berujung ditutupnya Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di sejumlah daerah, turut menjadi pemicu lambannya proses testing dan vaksinasi.

Karenanya, dengan jumlah nakes yang tersisa saat ini sementara beban tugas yang diemban cukup banyak dan jumlah pasien positif yang membludak, membuat para tenaga medis saat ini mulai kewalahan.

Hal ini diungkapkan langsung Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malut dr Alwia Assagaf  menyikapi lamannya penyampaian hasil swab test PCR oleh pihak PKM. “Sekarang  PKM sangat kewalahan dengan tugas rutin ditambah vaksinasi  dan pengawasan pasien isoman,” katanya

Dengan kondisi tersebut, dia meminta para kepala daerah (Kada) untuk mengaktifkan satuan tugas (Satgas) di tingkat desa/kelurahan hingga RT/RW perlu diaktifkan.  “Supaya bisa membantu mengawasi pasien Isoman,” katanya.

Mantan juru bicara Satgas Covid-19 Malut itu menuturkan, kerelambatan penyampaian hasil swab test PCR disebabkan banyak faktor, mulai dari banyakanya sampel swab yang harus diperiksa hingga mengakibatkan penumpukan, hingga pada faktor teknis seperti stok reagen yang habis.  “Kalau reagenya habis, otomatis sampel swab dikirim ke RSUSD CB terlambat,” katanya.

Karena itu, untuk memastikan alasan keterlambatan keluarnya hasil swab PCR ini, dia menyarankan warga yang melalukan swab turun melakukan kroscek di lapangan.

“Kalau ada keluhan masyarakat, baiknya dikonfirmasi ke banyak pihak yang  terkait. Saran saya masyakat yang memiliki riwayat kontak dengan orang positif covid atau mengalami gejala influenza, baiknya periksa ke dokter atau PKM”,bebernya.

Mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien positif, juga disarankan melakukan swab untuk mengetahui diagnosis pastinya.  Sambil menunggu hasil swab, bila perlu menjalani Isoman, sampai gejala hilang. “Kalau  hasil keluar terlambat dan ternyata positif kan aman,” tukasnya

Sementara itu, pertumbuhan kasus Covid-19 di Malut masih terus terjadi.  Kemarin (27/8) dilaporkan terjadi pertambahan kasus positif baru sebanyak 136 kasus dengan jumlah kasus terbanyak berada di Tidore Kepulauan (Tikep) dengan jumlah 38 kasus.

Kemudian disusul Halmahera Utara (Halut) 33 kasus, Ternate 19 kasus, Halmahera Timur (Haltim) 17 kasus. Tujuh kasus masih-masing di Morotai dan Taliabu, 5 kasus di Halmahera Selatan (Halsel) dan Sula, 4 kasus di Halteng dan 1 kasus di Halbar.

Sementara itu, angka kesembuhan kemarin justeru melonjak signifikan yakni 151 kasus, melebihi jumlah kasus positif baru. Tingginya angka kesembuhan itu sukses mengurangi angka kasus aktif secara signifikan, yang kini tersisa 2968 kasus. Angka kasus aktif terbanyak masih dipegang Halut dengan jumlah 1.217 kasus. (lfa/pur)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here