Ternyata, Covid-19 Halut Sudah Tembus 1.445 Kasus

447 Kasus Aktif, Tertinggi se-Malut

0
309
Ilustrasi: kompas.id

HARIANHALMAHERA.COM–Kasus aktif infeksi covid-19 di Kabupaten Halut ternyata menduduki ranking pertama se-Kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara (Malut). Dari update covid harian per Selasa (6/7) yang publish Satgas Covid Malut, tercatat sebanyak 1.300 kasus aktif se-Malut, 447 kasus di antaranya dan menjadi kasus aktif tertinggi ada di Kabupaten Halut.

Satgas Covid-19 Malut, pada Senin (5/7), menyebut terjadi penambahan 68 kasus positif baru. Juru bicara Satgas Covid-19 Malut dr Rosita Alkatiri menyebutkan, tambahan 68 kasus baru pada itu terjadi di enam daerah dengan angka terbesar berada di kota Ternate dengan 24 kasus. Disusul Halmahera Utara (Halut) dengan 21 kasus, Tidore Kepulauan (Tikep) 16 kasus baru, Halmahera Selatan (Halsel) 5 kasus, dan Morotai 2 kasus.

Dengan tambahan 68 kasus baru ini, maka kasus aktif di Malut saat ini tercatat 1.227 orang, terbanyak di Halut dengan jumlah 413 kasus, disusul Kota Ternate dengan jumlah 409 kasus. Secara akumulatif, angka kasus Covid-19 di Malut hingga 5 Juli, tercatat sebanyak 5.895 kasus. “Pada 5 Juli terdapat satu kasus sembuh sehingga secara akumulasi kasus sembuh sebanyak 4.534 orang dan meninggal dunia 134 orang,” singkat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Malut ini.

Sementara, pada update kasus Selasa (6/7), ada penambahan 117 kasus positif baru se-Malut. Tertinggi Kabupaten Halut sebanyak 34 kasus, disusul kabupaten Halsel dan Kota Tidore Kepulauan sebanyak 24 kasus. Kemudian, Kota Ternate sebanyak 19 kasus. “Dari kumulatif kasus aktif, Halut masih tertinggi dengan 447 kasus,” demikian data perkembangan kasus harian covid-19.

Menariknya, data kumulatif yang disajikan Satgas Covid-19 Malut berbeda jauh dengan data kumulatif yang disajikan Satgas Covid-19 Halut. Jika Satgas Malut mencatat kumulatif kasus Halut mencapai angka 1.445 per Selasa (6/7), namun Satgas Halut hanya mencatat sebanyak 904 kasus per Minggu (4/7).

Demikian juga pada data kasus sembuh. Satgas Covid-19 mencatat per Selasa (6/7) jumlah yang sembuh mencapai 972 pasien, sementara Satgas Covid-19 Halut hanya mencatat sebanyak 461 pasien sembuh per Minggu (4/7).

Perbedaan data terlihat juga pada kasus pasien meninggal dunia. Satgas Covid-19 Malut mencatat sudah 26 kasus meninggal per Selasa (6/7), semnatar Satgas Covid-19 Halut hanya mencatat 10 kasus meninggal per Minggu (4/7).

Terkait perbedaan data ini, belum ada konfirmasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Halut. Padahal merujuk sumber data yang publish Satgas Covid-19 Malut, bahwa semua data yang disajikan bersumber dari Dinkes se-Malut. Artinya, data yang dikirim ke Satgas Covid-19 Halut bersumber dari Dinkes Halut.

Warga Kecewa

Terlepas dari perbedaan data ini, banyak warga yang kecewa dengan kinerja Dinkes Halut. Dengan naiknya jumlah kasus covid, pemerintah begitu berharap masyarakat mengikuti vaksinasi covid. Sayangnya, harapan pemerintah tidak diimbangi dengan kinerja di lapangan.

Seperti saat pantauan di Puskesmas Tobelo, kemarin, banyak warga yang kecewa karena tidak mendapat vaksin. Padahal terlihat puluhan warga sangat antusias untuk mendapatkan vaksinasi. Kekecewaan itu muncul karena jatah vaksinasi di Puskesmas Tobelo pada Selasa (6/7) kemarin, hanya 170 penerima vaksin.

Selain keterbatasan vaksin, warga juga kecewa karena tidak ada jadwal program vaksinasi yang bisa menjadi rujukan. “Banyak yang ingin mendapatkan vaksin, tapi dibatasi hari ini hanya 170 penerima. Kecewa saja karena tidak dapat. Mungkin karena stok vaksin yang kurang, sehingga dibatasi per kecamatan,” kata salah satu warga di Puskesmas Tobelo, kemarin.(tr-05/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here