Juli, Ekspor Malut Turun 25 Persen

0
79
Pelepasan secara simbolis ekspor Tuna ke Vietnam oleh pihak Kantor Bea Cukai Ternate

HARIANHALMAHERA.COM–Pandemi Covid-19 akhirnya memberikan dampak negatif pada neraca perdagangan di Maluku Utara (Malut). Ini ditandai dengan turunnya nilai ekspor di Malut periode Juli.

Badan Pusat Statistik (BPS) Malut menlaporkan, nilai ekspor Juli turun  sebesar 25,51 persen dari ekspor Juni 2021. Dua bulan lalu, Malut mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 327,84 juta, sedangkan pada bulan kemarin, turun menjadi USD 244,20 juta.

Pada Juli, berupa golongan barang yang dieskpor diantaranya Besi dan Baja (HS 72) dengan tujuan Tiongkok, Korea  Selatan, dan Taiwan, dan Nikel (HS 75) dengan tujuan Tiongkok.

“Tapi secara kumulatif, ekspor Maluku Utara sepanjang Januari hingga Juli 2021 meningkat sebesar 327,39 dibanding periode yang sama tahun lalu,” terang Kepala BPS Maluku Utara Aidil Adha.

Pada semester pertama tahun ini, ekspor Malut mencapai USD 1.697,13 juta, sedangkan semester pertama tahun kemarin sebesar USD 397,09 juta,”ujar

Peningkatan nilai ekspor semeter pertama tahun 2021 juga dipengaruhi volume ekspor. Pada Januari–Juli volume ekpsor dari Malut tercatat 1.175,05 ribu ton, naik 52,40 persen dibanding Januari- Juli 2020 sebesar 771,04 ribu ton.

“Pada Juli 2021 barang dari Provinsi Maluku Utara juga diekspor melalui provinsi lain yaitu, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan. yang diekspor golongan Ikan dan Udang (HS 03), golongan Lak, Getah, dan Damar (HS 13) dan golongan Ampas/Sisa Industri Makanan (HS 23)”, Bebernya.

Nilai barang dari Malut yang diekspor melalui provinsi lain pada Juli 2021 tercatat sebesar USD 0,50 juta (0,21 persen) dari total ekspor barang dari Malut sebesar USD 244,70 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Malut Abdullah Assagaf mengatakan, untuk menjaga mutu ekspor, dibutuhkan sarana prasarana pendukung seperti pabrik es, coldstorage dan sebagainya.

Untuk menunjang aktivitas ekpor sektor Perikanan dan kelautan di Malut, Pemprov sudah jejaki dengan maskapai Citilink. Namun sampai saat ini juga belum ada tanggapan. “Itu sudah dijejaki buka penerbangan antara Ternate dengan Morotai karena Morotai hasil samudra bisa memenuhi kuota 20 ton satu pesawat cargo”, Katanya

Dia meyakini sebelum masa jabatan AGK dan Yasin berakhir, dipastikan kerjasama itu sudah terwujud. “Saya sudah menghadap ke Direktur Citilink di Jakarta. Saya pastikan insya Allah disisa waktu jabatan beliau harus  ekspor langsung dari Malut. Kalau tidak nanti pak gub akan evaluasi kinerja saya,” tukasnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here