PEDULI: Sulaiman di atas kursi roda didampingi kedua orangtua dan tim medis PT NHM saat akan diberangkatkan ke Jakarta untuk pengobatan lanjut.(foto: NHM for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Jumlah warga kurang mampu yang mendapat bantuan pengobatan gratis ke beberapa fasilitas kesehatan, terus bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan sebanyak 583 warga per Juni 2021, kini per September sudah bertambah sekira 100-an orang.

“Jumlah total penanganan pasien sebanyak 583 per bulan Juni. Kemudian pada Juli – September sudah berada di angka 700 pasien yang sudah ditangani,” kata Manajer Social Performances (SP) Hansed Pither Lassa kepada Harian Halmahera.

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, bahwa warga kurang mampu yang tidak memiliki kemampuan untuk berobat akan difasilitasi PT NHM. Saat ini sudah ada 12 tempat rujukan pasien untuk mendapatkan pelayanan pengobatan yang semuanya dibiayai PT NHM.

“Di Tobelo ada empat fasilitas kesehatan, yakni RSUD Tobelo, RS Bethesda, klinik utama Kao, dan klinik Kusuri,” sebut Hansed.

Data sebaran pasien yang mendapatkan pelayanan pengobatan oleh H Robert Peduli per Juni 2021.

Selain itu, lanjut Hansed, ada juga pasien yang mendapatkan pengobatan di RSUD Chasan Boesoirie Ternate, RS Dharma Ibu Ternate, RSUD Tidore, RS Siloam Manado, RSUD Prof Kando Manado, RS Mitra Keluarga Jakarta, RS Harapan Kita Jakarta, dan RS Cipto Mangunkusumo.

“Layanan pengobatan bagi warga kurang mampu ini, selain khusus bagi warga di wilayah lingkar tambang, juga untuk semua warga kurang mampu di Halut dan kabupaten lainnya di Provinsi Maluku Utara (Malut),” sebutnya.

Diketahui, pelayanan pengobatan bagi warga kurang mampu ini merupakan sedekah dari Presiden Direktur (Presdir) sekaligus pemilik PT NHM, H Robert Nitiyudo Wachjo melalui program Haji Robert Peduli. Selain itu ada juga program bedah rumah warga kurang mampu di lingkar tambang, program bantuan sembako bagi anak yatim piatu, janda, dan kaum dhuafa.

“Semua program ini diinisiasi langsung pak H Robert. Program ini berjalan beriringan dengan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dikelola divisi SP PT NHM,” sebut Hansed.

Hansed pun menegaskan, bahwa setelah adanya MoU dengan dua rumah sakit (RSUD Tobelo dan RSUD Chasan Boesoirie Ternate) tersebut, pihaknya melalui tim kinerja sosial PT NHM telah bergerak mencari warga kurang mampu, baik dilingkar tambang PT NHM maupun di luar, hingga wilayah Malut.

”Program ini kawal oleh Tim Kinerja Sosial PT NHM, dimana program ini diberi nama bantuan orang sakit. Namun Program ini adalah program tersendiri yang merupakan inisiatif dari pemilik perusahaan, H Robert,” katanya, Selasa (7/9).

Menurut manjer SP PT NHM, salah satu cara kerja tim kinerja sosial PT NHM adalah berkeliling ke 83 desa yang tesebar di lima kecamatan  dilingkar tambang mencari orang sakit yang tidak mampu untuk diberikan bantuan pengobatan.

”Jadi tim yang jemput lalu dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Tim ini juga terdiri dari tenaga medis,” terangnya.

Program ini lanjut Hansed, sudah berjalan sebelum penandatangan kerja sama dengan kedua rumah sakit. Selain tim kinerja sosial berkeliling mencari orang sakit, juga tim sering mendapat informasi dari warga.

”Mengingat ini adalah inisiatif pemilik PT NHM tentu berdiri sendiri sehingga dilaksanakan lebih duluan,” pungkasnya.(dit/fir)

2 KOMENTAR

  1. Salut dgn kebijakan” yg di lakukan oleh pihak NHM.
    Terus untuk program beasiswa mahasiswa lingkar tambang kira – kira bagaimana.?

  2. Salut for Ayah Hi. Robert atas Kebijakan dalam kegiatan Social Performa, kami sangat bersyukur atas keeduliannya terhadap rakyat kecil. Trims atas Kebijakannnya yang populis. Semoga Allah menyeetaimu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here