Ketua DPRD Halut Sesalkan Pernyataan dr Arif Soal Program H Robert Peduli

0
106
Janlis G. Kitong. (Foto : Istimewa)

HARIANHALMAHERA.COM–Program pengobatan warga kurang mampu yang diinisiasi Presiden Direktur (Presdir) sekaligus pemilik PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) H Robert Nitiyudo Wachjo, mendapat banyak support dari masyarakat. Karena sudah banyak masyarakat yang tidak memiliki biaya untuk pengobatan terbantu dengan adanya program yang dikelola tim H Robert Peduli.

Sayangnya, masih ada tanggapan sinis terkait aksi sosial kemanusiaan yang dilakukan tanpa membedakan suku, agama, maupun domisili warga yang membutuhkan. Mirisnya lagi, pernyataan bernada sinis tersebut keluar dari mulut seorang dokter.

Sebagaimana diketahui, tim H Robert Peduli lewat konferensi pers di Ternate, menyesalkan pernyataan dr Arif Santosa, dokter spesialis kanker yang bertugas di salah satu rumah sakit di Ternate yang menyebutkan, bahwa bahwa kebaikan yang dilakukan ini ada unsur politik. Apalagi pernyataannya itu disampaikan di hadapan keluarga pasien dan tim H Robert Peduli.

Pernyataan itu turut pula disesali legislator Halut Janlis Kitong yang saat ini menjabat Ketua DPRD Halut. Janlis mengaku dirinya tahu betul apa yang dilakukan PT NHM dan H Robert selama ini. “Karena bantuan ini sifatnya beramal dari pribadi H Robert, makanya tidak hanya dikhususkan bagi masyarakat di lingkar tambang PT NHM maupun warga Halut saja, tetapi semua warga di Provinsi Maluku Utara yang membutuhkan pertolongan,” kata Janlis.

Dia pun menyebut, sangat keliru dan salah besar. Apalagi penilaian politis itu keluar dari seorang dokter. “Jujur saya tidak tahu latar belakang persoalannya apa. Hanya saja, jika ada penilaian yang dilakukan H Robert itu bernuansa politis, saya harus katakana salah besar. Itu bukan politis dan populis. Sosok yang peduli dengan sesama yang membutuhkan. Artinya setiap terobosan yang dilakukan H Robert benar-benar niat yang tulus dan ikhlas bukan paksaan apalagi dikaitkan dengan kepentingan politik,” terang Janlis.

Politisi Partai Demokrat ini menilai, statement dokter tersebut hanya bersifat pribadi, akan tetapi perlu dipikirkan siapa orang yang dikritik sebelum mengeluarkan opini. “Kalau sasaran ke H Robert otomatis keliru. Sebab, seantero publik Malut lebih khususnya lagi di Halut sangat tahu betul sosok H Robert yang mampu membuat warga sejahtera dengan berbagai program. Tak hanya itu beliau dan perusahaannya berkontribusi besar ke pemerintah daerah,” tegasnya.

“Kalau mau dikaitkan ke politik, maka H Robert itu level presiden bukan di kelas gubernur. Akan tetapi sekali lagi, langkah H Robert selama ini tidak ada sangkut pautnya dengan politik tetapi murni ibadah beliau. Apa yang beliau lakukan adalah untuk nilai ibadah dengan Tuhan.”

Penilaian menarik lainnya datang dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku Utara (Malut) dr Alwia Assagaf. Saat dimintai tanggapan, dia mengaku belum mendapat informasi atau laporan jika ada kejadian seperti itu.

Hanya saja, lanjut dr Alwia, dia menilai jangankan sebuah perusahaan, partai politik yang notabene ‘politis’ pun tidak ada masalah jika memiliki program pelayanan kesehatan, seperti yang dilakukan perusahaan tambang PT NHM.

“Saya kisahkan pernah dari partai pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020. Banyak partai politik memberi bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) ada yang memberikan itu di lokasi Karantina, ada yang memberikan lewat IDI, dan itu tidak ada masalah,” katanya.

“Karena saya belum mengetahui atau mendapatkan laporan, duduk masalahnya seperti apa, sehingga muncul pernyataan seperti itu, jadi saya tidak bisa memberikan penilaian. Dia anggota IDI Ternate, saya belum dapat laporan dari IDI Ternate. Yang jelas bagi saya pribadi  sah-sah saja jika ada bantuan dari perusahaan,” katanya.

dr Alwiya kembali mengatakan, secara umum jika ada pihak-pihak atau perusahaan (NHM) yang mau membantu pasien dalam hal memberikan biaya justru baik. “Perusahaan membantu daerah, membantu masyarakat dimana perusahaan berada, itu hal yang baik sebenarnya menurut saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Koordinator Tim Haji Robert Peduli, Axel D Gondokusumo, mengatakan bahwa pernyataan dokter Arif Santosa tersebut telah mencoreng nama baik H Robert dan Tim Pedulinya yang selama ini telah membantu masyarakat yang kurang mampu di Provinsi Maluku Utara. “Saya ingin meluruskan bahwa hal ini tidak ada politik–politikan atau yang lain seperti ini. Sebab ini adalah murni dari hati pak haji,” katanya.

Dia mewakili tim H Robert Peduli meminta kepada dokter Aris Santosa agar segera meminta maaf kepada H Robert dan tim soal pernyataan yang telah dikeluarkannya. “Harus diklarifikasi dan meminta maaf karena menjelekkan nama baik H Robert di depan umum,” katanya dihadapan awak media.(dit/lfa/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here