Pala Patani Masuk Varietas Nasional

0
123
Edi Langkara

HARIANHALMAHERA.COM–Kementrian Pertanian (Kementan) menetapkan buah Pala yang ada di Kecamatan Patani, Halteng masuk sebagai varietas unggulan skala nasional.

Bupati Edi Langkara mengatakan, penetapan buah pala sebagai varetas unggulan nasional ini, sesuai jargon pemerintah yakni kembalikan kejayaan rempah Indonesia.

“Kedepan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian akan menjadikan pala Patani, sebagai salah satu sumber benih tanaman unggul nasional,”terangnya.

Pemkab kata Elang diminta menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk mendukung produksi komoditas unggulan tersebut. “Jadi kami perlu mengembangkan komoditi ini, agar dapat meningkatan pendapatan dan penghidupan ekonomi, yang lebih baik bagi masyarakat dan petani pala di Halteng,” katanya

Dinas Pertanian juga akan menyiapkan program pengembangan jangka pendek dan menengah, di antaranya penyiapan petani penangkar benih, yang nantinya menjadi produsen benih atau bibit, untuk kebutuhan dalam wilayah sendiri dan kebutuhan daerah lainnya di Indonesia.

“Memperkuat kualitas produk hilir. Olehnya itu, bersama dinas dan instansi terkait, Dinas Pertanian akan mempersiapkan produk pala Patani, dengan produk ber-Standar Nasional Indonesia,”tutup Elang.

Sementara Kadis Pertanian Halteng, Yusmar Ohorela mengatakan, Pala memang sangat melimpah di hutan wilayah patani. Sebab, sejak dulu masyarakat membudidayakan pala tersebut, bahkan sudah menjadi sumber mata pencaharian utama selain kelapa dan cengkeh.

Karena itu, Distan lebih menekankan kepada para petani agar lebih fokus pada hasil pala, karena untuk penjualan sangat dimudahkan dengan kehadiran tol laut.

“Pala yang di panen bisa dikirim langsung melalui tol laut, untuk dijual wilayah jawa. Juga di dukung dengan berbagai fasilitas yang itu, sudah memudahkan masyarakat Halteng kedepan,”terang Kadis.

Pala Patani memeiliki karakteristik morfologi yang berbeda, dibandingkan pala Makian, Ternate, Tidore maupun Tobelo. Pala patani menyerupai pala Fak-Fak. Karena bentuk Buah dan bijinya agak lonjong.

“Bobot biji basah rata rata 7,3 gr dengan rendemen minyak 6-8%, dan kandungan miristisin 6,2 %. Sedangkan, fulinya berwarna merah darah dengan bobot rata rata 0,9gr, dengan rendemen minyak 0,8% dan kandingan mirisritin 3,1%,”terang Yusmar. (tr1/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here