HARIANHALMAHERA.COM– warga di Desa Warimoi, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) berharap Pemda setempat segera perhatikan kondisi bangunan sekolah satu atap (Satap), yakni PAUD, TK dan SD Islamiyah milik Yayasan Al Misbach. Pasalnya, satu-satunya sarana Pendidikan di Desa mereka yang berlokasi dekat sungai itu, saat ini nyaris ambruk akibat terkikis banjir.
Warga pun merasa kwatir gedung sekolah tersebut akan hanyut terbawa banjir jika Pemkab Halut maupun Pemprov Malut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak segera bertindak cepat dengan membangun talud, mengingat cuaca saat ini tidak bersahabat, yakni dihantam hujan deras disertai angin kecang.
“Kami berharap pemerintah daerah bikin talud disepanjang permukiman warga yang dekat sungai, terutama di sekolah itu, karena saat ini kondisinya hampir rubuh ke sungai. Kalau tidak segera diatasi, maka ditengah hujan deras saat ini besar kemungkinan akan berdampak buruk ke sekolah itu,”kata sejumlah warga setempat, Jumat (9/1).

Terpisah, Jamal Dodego, tokoh masyarakat setempat, mengatakan bahwa kondisi gedung PAUD Desa Warimoi yang juga digunakan TK dan SD Islamiyah milik yayasan Al Misbach itu tentu butuh tanggap darurat dari Pemda Halut, termasuk uluran tangan dari Pemprov Malut, sehingga tidak terjadi sesuatu yang merugikan.
“Warga disini meminta perhatian serius Pemda untuk membangun talud penahan banjir di pinggiran sungai. Sebab, bukan hanya keselamatan anak-anak, tetapi ini menyangkut masa depan mereka dan kepentingan bersama,”ujarnya.
Selain Pemda lanjutnya, tentu wakil rakyat baik DPR RI Dapil Malut, DPRD Malut hingga DPRD Halut juga perlu satu tekat untuk mendorong aspirasi masyarakat soal gedung pendidikan tersebut, demi masa depan generasi bangsa.
“Jika gedung sekolah roboh, tentunya kemana lagi mereka menimbah ilmu, sehingga itu kami di Desa Warimoi butuh perhatian pemerintah. Bahkan, meminta kepada anggota DPD RI, DPR RI Dapil Maluku Utara maupun DPRD Halut agar memperjuangkan gedung sekolah tersebut melalui program revitalisasi tahun 2026 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen,”pintanya.(rif)













