HARIANHALMAHERA.COM– Pemkab Halmahera Utara, Sabtu (10/1), telah terjunkan logistik hingga personil satuan tugas (Satgas) Bencana Alam untuk menangani dampak banjir dan tanah longsor di wilayah Loloda Utara. Pemberangkatan Satgas yang terdiri personel Kodim 1508/Tobelo, Polres Halut, Basarnas, Tagana, Satbrimobda Maluku Utara, serta tim medis berjumlah lima orang, itu ditandai dengan apel resmi yang berlangsung di pelabuhan Tobelo, Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo.
Sebelum diberangkatkan, seluruh personel mendapatkan pembekalan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran dari Basarnas Ternate. Pukul 12.00 WIT, KM SAR Pandu Dewanata resmi bertolak menuju Loloda Utara dengan membawa personel dan logistik bantuan.
Dalam apel tersebut, Bupati Piet, pun menegaskan bahwa pengerahan Satgas merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.
“Ini adalah langkah baru kita untuk melaksanakan tugas kemanusiaan. Beberapa hari lalu masyarakat kita mengalami bencana alam, dan sampai hari ini masih ada rumah warga yang tertimbun tanah,”ketanya.
Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang beberapa hari belakangan lanjutnya, telah berdampak pada banjir dan longsor di wilayah Halut, dimana Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara (Lolut), terbilang parah hingga sekitar 213 kepala keluarga (KK) atau 875 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka belum dapat ditempati.
“Seluruh warga Desa Doitia belum tinggal di rumah masing-masing karena masih tertimbun tanah. Karena itu, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi terkait turun langsung untuk membantu pemulihan lingkungan mereka,”ungkapnya.
Satgas kemanusiaan ini lanjutnya, ditargetkan bekerja selama satu minggu di lokasi bencana. Namun, menurut Bupati, apabila seluruh pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, personel akan segera ditarik kembali ke satuan masing-masing.
Bupati Piet Hein Babua pun menyampaikan apresiasi terhadap Pemprov Maluku Utara, khususnya Gubernur, atas dukungan dalam penanganan bencana.
“Kami berterima kasih kepada Gubernur Maluku Utara yang telah membantu dan berkomunikasi dengan baik, sehingga Basarnas Ternate dapat diturunkan untuk membantu masyarakat Halmahera Utara,”tuturnya.(red)













