HARIANHALMAHERA.COM– Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), ikut mengirimkan relawannya dalam misi kemanusiaan untuk bergabung dengan Tim Gabungan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Banjir dan Tanah Longsor di Loloda Utara.
Hingga saat ini, relawan Markas PMI Halut a dan Tim Gabungan masih melakukan kegiatan Tanggap Darurat Bencana di lokasi Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, dimana Desa tersebut menjadi terparah terdampak bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.
Sebanyak 213 Kepala Keluarga (KK) dengan 813 jiwa warga Desa Doitia harus mendiami lokasi pengungsi dan sebanyak 30 titik lokasi pengungsi yang ada di Desa Doitia.
Koordinator Tim Assessment PMI Halut, Sukitman Asgar, yang saat ini masih di lokasi melaporkan bahwa dari 213 KK yang terdiri dari 813 jiwa warga Desa Doitia, sebagian besar masih berada di lokasi pengungsian.
Diantara 813 jiwa tersebut lanjutnya, terdapat kelompok rentan yang harus diprioritaskan dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu warga lanjut usia (Lansia), bayi, balita, anak-anak, ibu hamil dan Disabilitas.
“Jadi, kami dari PMI Halut akan lebih fokus pada kelompok rentan ini, dan kami setelah mendapatkan semua data asesmen ini, kami dari PMI Halut menjalankan program recovery TDB setelah usai Status Tanggap Darurat Bencana oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, yang sejak kemarin kembali memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana khususnya di Loloda Utara. Dan tak hanya di Desa Doitia namun keseluruhan Desa di Loloda Utara akan kami lakukan Assesmen terutama kelompok rentan,”katanya, Jumat (16/1).
Sementara itu, Kepala Markas PMI Halut, A.Rahman Tjereni, menambahkan bahwa relawan PMI yang ditugaskan ke lokasi bencana terus melakukan aksi kemanusiaan untuk pulihkan kondisi pasca pencana bersama bergabung dengan Tim Tanggap Darurat Bencana yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, Timkes, SAR dan Tim TRC BPBD Halut.
“Jadi, Tim PMI yang diterjunkan ke lokasi tersebut terdiri dari Tim Assessment, Tim Logistik, Tim Pertolongan Pertama (P2) dan Tim Psychosocial Support Program (PSP). Selain itu, juga ada relawan yang ditugaskan di Posko Komando BPBD Halut yang bertugas di bagian Logistik bersama dengan BPBD dan Damkar,”ungkapnya.
H ingga saat ini menurutnya, Markas PMI Halut terus melakukan koordinasi baik lintas sektoral maupun secara internal PMI dari jenjang hingga ke markas PMI Pusat di Jakarta.
“Jadi, koordinasi terus kami lakukan baik dengan pihak sektoral Pemda Halmahera Utara, maupun secara internal PMI dari Provinsi Maluku Utara dan Markas PMI Pusat, untuk kelancaran tugas kemanusiaan ke lokasi bencana,”pungkasnya.(rif)













