Halut

Dzikir dan Do’a Bersama Warnai Harla NU ke-100 di Halut

×

Dzikir dan Do’a Bersama Warnai Harla NU ke-100 di Halut

Sebarkan artikel ini
PCNU Halut peringati Harlan NU ke-100 dengan dzikir dan do'a bersama

HARIANHALMAHERA.COM– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) beserta Badan Otonom (Banom) NU bekerjasama dengan pengurus Pondok Pesantren Alkhairaat Tobelo, Sabtu (31/1) telah menggelar dzikir dan do’a bersama untuk memperingati hari lahir (Harla) NU yang ke-100 tahun.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ponpes Alkhairaat Tobelo, Desa Gosoma Kecamatan Tobelo, itu dipandu lansung oleh Kepala Madrasah (Kepmad) Aliyah Alkhairaat Tobelo, Ust. Ahmad Almusawah, yang mana turut diikuti oleh santri nginap serta para guru, termasuk kader NU yang kini jadi anggota DPRD Halut, yakni Irwan Djam yang juga sebagai Presidium KAHMI Halut dan Fahmi Musa yang juga sebagai Ketua IKA PMII Halut, serta para pengurus KAHMI Halut dan penyuluh Agama Islam Halut.

Ketua Tanfidziah PCNU Halut, Husain Horu S.Fil, mengatakan struktur kepengurusan NU Halut yang baru sudah terbentuk baik pada jajaran syuriah maupun di jajaran tanfidziah dan nama-nama yang masuk dalam kepengurusan yang baru pun sudah diusulkan ke pengurus pusat melalui pengurus wilayah untuk di SK-kan.

“Olehnya itu, lewat Harla yang kita peringati ini, saya ingin menghimbau kepada kita semua selaku warga Nahdiyin baik secara structural maupun secara warga yang biasa sebagai nahdiyin mari kita tingkatkan semangat kita,”katanya.

Seluruh kegiatan keagamaan di NU nanti lanjutnya, baik di Banom maupun lembaga akan aktifkan, sehingga benar-benar terasa hadir di tengah-tengah masyarakat. “Tentu secara spesifik, kita memiliki ciri-ciri tersendiri dibandingkan dengan organisasi yang lain. Maka dari itu mari kita junjung tinggi saling menghargai, memupuk kebersamaan untuk mengisi keidupan di Halut dengan penuh kedamaian, ketentraman dan kerjasama,”pintanya.

Sebagai Nahdiyin menurutnya, tentu tunjukan tindakan dan perilaku yang Islami, sebab itulah yang sesungguhnya diinginkan oleh para pendiri NU sekira satu abad yang lalu.

“100 tahun adalah waktu yang cukup lama, Nahdlatul Ulama sudah begitu besar perkembangannya hingga sampai ke pelosok Nusantara, termasuk kita di Halmahera Utara. Hingga hari ini tradisi-tradisi Nahdlatul Ulama senantiasa kita laksanakan, mudah-mudahan ini senantiasa bertahan sampai kemudian dipanggil oleh Allah,”ungkapnya.

Kepala KUA Tobelo ini pun menyampaikan permohonan maaf atas kegiatan yang dilaksanakan sederhana, karena kepengurusan PCNU Halut sendiri belum secara resmi belum terbentuk.

“Saya mohon maaf, Insya Allah setelah pelantikan nanti kita akan flow up kegiatan-kegiatan di Masyarakat agar NU kelihatan Bersama-sama dengan umat ini. Terima kasih kepada seluruh pengurus dan jamaah yang hadir dalam kegiatan ini,”tuturnya.(rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *