HARIANHALMAHERA.COM– meski status tanggap darurat terhadap bencana banjir dan longsor di Doitia, Kecamatan Loloda Utara (Lolut), Kabupaten Halmahera Utara (Halut) sudah resmi dicabut oleh Pemkab setempat beberapa waktu lalu. Namun, Palang Merah Indonesia (PMI) Halut masih intens memberikan dukungan pemulihan terhadap warga korban terdampak bencana tersebut.
Rasa peduli terhadap warga terdampak bencana tersebut, PMI Halut pun jalan program bertajuk Recovery, yaitu melaksanakan Psikososial Support Program (PSP), layanan Kesehatan dan bantuan alat tulis pada Anak SD hingga PAUD di Desa Doitia.
Kepala Markas PMI Halut, A. Rahman Tjereni yang memimpin langsung tim relawan, mengatakan bahwa PMI Halut akan terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan untuk membantu Pemkab Halut melalui program recovery pasca tanggap darurat bencana alam untuk pemulihan kondisi normal warga korban terdampak bencana alam yang terjadi pada 6 sampai 8 Januari 2026 lalu di Kecamatan Lolut.
“Status Tanggap Darurat Bencana telah selesai sesuai SK Bupati, namun dari analisis hasil assessment tim relawan PMI Halut dilapangan bahwa ada beberapa hal yang sangat penting untuk dilakukan terhadap warga terutama kelompok rentan, seperti ibu hamil dan menyusui, warga Lansia dan anak-anak, sehingga PMI Halut membuat suatu kegiatan lanjutan dengan nama program recovery pasca tanggap darurat bencana,”katanya pada awak media melalui via telepon, Senin (3/2).

Program Recovery ini lanjutnya, terdapat beberapa layanan yang dilakukan pemeriksaan kesehatan pada ibu hamil dan menyusui, lansia dan kegiatan Psikososial Support Program untuk anak-anak SD dan Paud juga memberikan bantuan alat tulis.
Psikososial sendiri menurutnya, merupakan salah satu aspek vital dalam respons kemanusiaan, karena trauma dan stres psikologis yang dialami korban bencana tidak kalah pentingnya dengan luka fisik, dimana banyak korban selamat secara fisik, namun mengalami luka batin yang mendalam akibat kehilangan orang tercinta, tempat tinggal, atau masa depan yang tidak pasti.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam psikososial untuk memberikan pemulihan menyeluruh, baik fisik maupun mental. Jadi, Relawan PMI Halut yang memiliki keterampilan Psikososial Support Program mampu menjadi penopang emosional bagi korban, sekaligus menjaga stabilitas psikologis masyarakat terdampak,”ujarnya.
Arman pun berharap, dengan kegiatan yang dilakukan PMI Halut tersebut membuat anak-anak korban terdampak bencana, tidak lagi merasa takut dan bisa melupakan apa yang telah terjadi, sehingga dapat terlihat kecerian dalam dunia aktivitas keseharian mereka.(rif)












