FootballOlahraga

Depan Seret, Balakang Aman

×

Depan Seret, Balakang Aman

Sebarkan artikel ini
TERKEPUNG: Aksi bomber Inggris Harry Kanr dalam laga melawan Republik Ceko di Wembleh Stadium kemarin (23/6)

PR The Three Lions Hadapi Fase Knockout

HARIANHALMAHERA.COM – Timnas Inggris memastikan diri finis sebagai juara grup di Euro 2020. Di klasemen akhir grup D, The Three Lions mengungguli Kroasia, Republik Ceko, dan Skotlandia setelah mencatat dua kali kemenangan dan sekali seri.

Tapi, melihat performa The Three Lions, ada PR (pekerjaan rumah) yang dihadapi tactician Gareth Southgate di fase knockout atau 16 besar.
Yaitu produktivitas di lini serang.

Hanya mencetak dua gol jelas tidak cukup bagi timnas yang selama kualifikasi mampu mencetak rata-rata hampir 5 gol per laga.

Produktivitas Inggris sangat inferior kalau dibandingkan juara grup lainnya seperti Belanda (8 gol) maupun Italia dan Belgia (7 gol). The Three Lions pun masuk dalam daftar juara grup dengan produktivitas terminim dalam histori Euro.

Harry Kane sebagai ujung tombak sekaligus mesin gol yang diharapkan The Three Lions masih nirgol. Dua gol justru lahir dari wide attacker Raheem Sterling. Pemain yang sepanjang musim lalu banyak terpinggirkan dari starting XI di Manchester City.

Padahal, Southgate sudah mencoba sembilan pemain yang ada di lini serang The Three Lions. Antara lain Kane dan Sterling yang selalu bermain starter dalam tiga laga. Lalu, Marcus Rashford (tiga kali pengganti), Jadon Sancho (sekali pengganti), Jack Grealish (sekali starter dan sekali pengganti), Phil Foden (dua kali starter), Mason Mount (dua kali starter), hingga Bukayo Saka (sekali starter) dan Dominic Calvert-Lewin (sekali pengganti).

“Susah membayangkan kalau Inggris menghadapi tim-tim yang lebih kuat di 16 besar. Mereka sama sekali belum teruji (di fase grup, red),” kata pandit ITV sekaligus mantan bintang Manchester United Roy Keane.

Ucapan Keane ada benarnya. Calon lawan The Three Lions di 16 besar adalah runner-up di Grup F yang notabene dihuni timnas-timnas tangguh seperti Prancis, Jerman, dan Portugal.

”Dalam satu waktu, Anda memang harus berhadapan dengan tim terbaik dan dalam sebuah turmanen, hal itu merupakan tantangan yang tidak terhindarkan,” ucap Sterling kepada ITV.

Menurut Sterling, sejak awal turnamen, Inggris memang hanya fokus bagaimana mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen. Tapi, tidak dengan performa. ”Kami bakal siap dan tentu saja memperbaiki kekurangan dari laga-laga sebelumnya,” imbuh pemain yang karib disapa Heemio tersebut.

Di saat lini serang Inggris mendapat catatan, rapor bagus ditunjukkan lini pertahanan. Belum ada pemain yang mampu membobol gawang The Three Lions selama fase grup. Padahal, bek termahal dunia Harry Maguire baru siap dimainkan melawan Ceko kemarin (23/6).

Bukan hanya itu. Sebelum Euro 2020, Inggris sejatinya pernah konfiden dengan skema main tiga bek. Tapi, sejak tahun ini, Southgate kembali memainkan skema empat bek.

”Jika Anda tidak kemasukan gol, maka Anda yang jadi pemenang di dalam sepak bola. Kami telah melakukannya dengan bagus sejauh ini,” tutur Sterling. (jpc/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *