HalbarMaluku Utara

Sejumlah Wilayah di Halbar Dilanda Banjir Hingga Longsor, Puluhan Rumah Rusak Berat

×

Sejumlah Wilayah di Halbar Dilanda Banjir Hingga Longsor, Puluhan Rumah Rusak Berat

Sebarkan artikel ini
Salah satu rumah warga di Halbar yang terdampak bencana alam

HARIANHALMAHERA.COM– cuaca buruk berupa angin kencang disertai hujan deras masih berlangsung di wilayah Maluku Utara. Di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) sendiri, sejumlah wilayah dikabarkan dilanda musibah genting mulai dari banjir bandang dan longsor hingga puluhan rumah warga dilaporkan rusak berat serta terendam.

Bencana serupa tersebut dilaporkan terjadi di Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan beberapa daerah lainnya. Bahkan, di Kota Majang sebutkan Kota Ternate sendiri dikabarkan beberapa Kecamatan seperti, Tubo, BTN dan Bastiong diterjang banjir setinggi lutut orang dewasa, terutama di ruas jalan raya.

Banjir tersebut terjadi lantaran daya tampung drainase (saluran air) terhadap intensitas curah hujan tidak sanggup, sehingga air pun meluar keluar. Meski, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun aktivitas masyarakat lumpuh, terutama arus lulintas.

Sementara itu di Kabupaten Halbar, puluhan rumah dilaporkan terendam bencana banjir bandang seperti di Kecamatan Ibu, Ibu Selatan, Ibu Utara, Sahu, Sahu Timur dan Loloda. Bahkan, di wilayah Loloda sendiri disebut bahwa sejumlah rumah rusak berat terdampak longsor.

Kondisi genting tersebut membuat Wakil Bupati Halbar, Djufri Muhammad, bersama Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halbar, Wawan M.T Ali, pun turun langsung tinjau sejumlah titik lokasi yang terdampak bencana tersebut.

Dari hasil pendataan BPBD Halbar, telah tercatat bahwa terdapat 6 Kecamatan yang terdampak musibah bencana alam, yaitu Kecamatan Ibu, yang disebut menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak banjir, dimana pemukiman 3 Desa masing-masing Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal dan Desa Gamlamo dilaporkan telah 80 persen rumah warga terendam banjir setinggi 3 meter.

Tak hanya akses jalan terhambat, pelayanan listrik di wilayah tersebut ikut padam, termasuk layanan telkomsel pun terputus akibat angin kencang.

Sementara wilayah Ibu Selatan, banjir juga terjang Desa Sarau dan Desa Talaga. Bahkan, terpantau sekitar perbatasan gunung Batu dan gunung Cengkeh, Desa Ngalo-Ngalo Kecamatan Ibu Selatan, terjadi tanah longsor yang menyebabkan jalur transportasi penghubung wilayah Ibu-Jailolo terputus total. Kondisi banjir serupa melanda Desa Togola Sanger, Tahafo, dan Togola Wayoli di kecamatan yang sama.

Di Kecamatan Tabaru (Ibu Utara), warga setempat juga tak luput dari dampak bencana banjir dan tanah longsor, sampai-sampai material longsor menutupi badan jalan di ujung Desa Borona, sehingga jalur transportasi menuju Desa Tolisaor, Aru Jaya, Pasalulu, dan Togoreba Tua tidak dapat dilalui oleh kendaraan apapun. Kondisi ini telah menghambat akses bantuan serta pergerakan masyarakat di wilayah tersebut.

Wilayah Sahu Timur juga dilanda banjir sejak Rabu (7/1) malam hingga pagi harip ada Desa Gamomeng dan Idam Gamlamo. Banyak rumah penduduk terendam air, kemudian di Desa Gamomeng, jalanan menuju Kecamatan Susupu tidak dapat dilalui kendaraan sejak pukul 23.00 WITA kemarin.

Di Kecamatan Sahu, disebu BPBD Halbar bahwa banjir terjadi di Desa Balisoan Utara dan Desa Ropu tengah Balu (RTB). Selain itu, air kali meluap di Desa Jarakore dan Desa Lako Akelamo. Di Desa Sasur, terjadi tanah longsor yang menimpa rumah penduduk, sementara di Desa Goro-Goro Kecamatan Sahu, kombinasi banjir dan longsor menyebabkan sebagian warga terpaksa mengungsi ke gedung gereja setempat untuk mencari tempat tinggal sementara yang aman.

Sedangkan di Kecamatan Loloda dilaporkan oleh BPBD Halbar bahwa telah terjadi tanah longsor di Desa Tolofuo yang menimpa beberapa rumah warga. Namun, sejauh ini, pihaknya belum dapat laporan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut.

Wabup Halbar, Djufri Muhammad, pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan cuaca dan kondisi bencana.

“Kita berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling membantu satu sama lain dalam menghadapi kondisi ini. Tim penanganan bencana akan terus bekerja maksimal untuk membantu warga yang terkena dampak,”katanya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *