HARIANHALMAHERA.COM– warga di Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) berharap Pemkab Halbar segera atasi kesulitan air bersih yang mereka hadapi. Sebab, pasca bencana banjir menerjang telah berdampak kerusakan pipa hingga dua bak penampung air bersih tersendat diduga tertutup material banjir.
Bahkan, rencana suplay air siap minum oleh Pemda Halbar ke Desa Tolofuo sendiri dikabarkan terhambat lantaran terkendala cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kencang.
Harmin, saah satu warga setempat mengaku bahwa mereka saat ini penuh kwatir lantaran kebutuhan meningkat, sementara persediaan air bersih belum kunjung normal, bahkan bantuan juga belum tiba, sehingga mereka terpaksa bertahan hidup dengan bergantung pada air sungai yang rawan tercemar.
“Sampai sekarang kami masih kesulitan air bersih, baik untuk minum maupun kebutuhan lainnya. Kalau hujan deras, air kali (sungai,red) pasti kotor, karena tercampur lumpur banjir,”akunya, Selasa (13/1).
Warga saat ini lanjutnya, merasa was-was lantaran bulan suci Ramadan sudah dekat, sementara kebutuhan air bersih tak belum kunjung normal. “Kami berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan akses air bersih yang aman dan berkelanjutan,”pintanya.
Kondisi yang dialami warga tersebut pun dibenarkan oleh Camat Loloda, Norlis Sow. Kepada awak media, Camat Norlis, mengatakan bahwa pemda telah siapkan langkah alternative atas kesulitan yang dihadapi warga tersebut dengan menyediakan bantuan air kemasan siap minum, akan tetapi belum dapat didistribusi ke Desa, sebab terkendal cuaca dan kondisi teknis di lapangan.
“Kami sebenarnya sudah menyiapkan bantuan air minum berupa 40 dus air kemasan, 50 galon dari Vpol dan ditambah 10 jerigen sebagai langkah darurat. Namun, belum dapat didistribusi, karena terkendala cuaca,”ungkapnya.
“Kendala utama saat ini adalah cuaca hujan disertai angin kencang, sehingga mobilisasi logistik belum bisa dilakukan, namun kami pastikan akan secepat mungkin disalurkan, karena warga sangat butuh,”sambungnya.
Camat Loloda juga mengakui bahwa kesulitan air bersih yang melanda warga tersebut lantaran pipa saluran air dan dua bak penampung di sumber mata air rusak total akibat banjir.“Pipa dan dua bak penampung air di mata air dilaporkan telah rusak, sehingga saat ini tidak bisa lagi digunakan,”ujarnya.(red)













