EkonomiHalut

PC Fatayat NU Halut Buka Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

×

PC Fatayat NU Halut Buka Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

Sebarkan artikel ini
PC Fatayat NU Halut saat persiapan membuka pelatihan pengolahan hasil pertanian

HARIANHALMAHERA.COM– Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), telah menciptakan terbosan terbaru, yakni membuka kegiatan pelatihan pengolahan hasil rempah-rempah pertanian menjadi kebutuhan ekonomi yang akan dihelat dalam bulan Juni 2024. Untuk mengembangkan inovasi tersebut, pihaknya pun mendapatkan bimbingan lansung dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ternate.

Kepala BLK, Hardila Lamburu melalui pengurus PC Fatayat NU Halut, Iklima Hi. Kamal mengatakan, bahwa kegiatan pelatihan pengolah buah ini dilaksanakan di BLKK PC Fatayat NU Halut jurusan Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) di Desa Togawa, Kecamatan Galela Selatan, Kabupaten Halut.

“Kami juga akan menyurat Disnaker Halut, untuk menghadiri kegiatan tersebut, rencanya kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan pada bulan ini (Juni 2024), namun untuk jadwalnya masih menunggu peserta yang mendaftar,”katanya, Rabu (5/6).

Untuk proses pelatihan lanjutnya, peserta akan dibimbing oleh instruktur yang bersertifikat BNSP yakni Fariani Bachmid, dan Arifin Kahar mereka suda mengikuti pelatihan Asesor juga. “Kami juga akan mengundang BPOM Pulau Morotai, untuk melihat langsung produk olahan peserta dan pihak pembentukan lebel bersertifikat dari Sofifi, ada beberapa materi mengenai PHP, pengolahan buah yang kami ajarkan,”ungkapnya.

Iklima menambahkan, salah satunya materi unggulan adalah olahan kelapa yang akan dibuat Virgin Coconut Oil (VCO) atau minyak yang non kolesterol dan dapat di minum dan dijadikan obat kemudian manisan dari daging pala serta naget pepaya, kerupuk dari pepaya masak dan kripik pisang dan buah-buahan lainnya.

“Peserta kami ini, mulai dari Galela dan Tobelo. Sementara yang suda terdaftar saat ini sudah empat peserta berasal dari Desa Soakonora, Togawa dan Ori. Tentunya program pelatihan pengolahan buah ini bisa dijadikan suatu ilmu yang dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan,”ujarnya.

“Hasil bumi yang ada di Halut khususnya Kecamatan Galela dapat kita manfaatkan dan dijadikan olahan yang memiliki nilai jual tinggi, dengan begitu maka masyarakat Galela bisa lebih berkembang dan hasil olahan pertaniannya bisa dipasarkan di luar daerah,”sambungnya.(sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *