Stikmah Tobelo Mulai Patenkan Temuan Obat Herbal

Sampel Herbal Diuji Beberapa Laboratorium Terkemuka di Indonesia

0
831
PATEN: Pertemuan Stikmah Tobelo dengan Biro Oktroi dan AIPI di Jakarta, belum lama ini.(foto: Stikmah for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Beberapa obat herbal temuan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Halmahera (Stikmah) Tobelo mulai diurus hak patennya. Dimulai dengan mempresentasikan hasil riset dihadapan Biro Oktroi pengelola paten internasional, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Diketahui, saat presentase hadir dari AIPI Prof Dr Tuty Ostrio Msc, Prof Dr Thamrin Tomagola, Sangkot Marzuki AM, MD, PhD DSc, dan tim Paten Biro Oktroi Jakarta.

PATEN: Hadir dari AIPI Prof Dr Tuty Ostrio Msc, Prof Dr Thamrin Tomagola, Sangkot Marzuki AM, MD, PhD DSc, dan tim Paten Biro Oktroi Jakarta. (foto: Stikmah for Harian Halmahera)

Pendiri Yayasan Stikmah Dr dr Arend L Mapanawang Sp.PD Finasim mengatakan, pihaknya telah melakukan presentase serta kesepakatan perihal pengembangan suplement kesehatan herbal anti virus yang terdiri dari suplement Corona, HIV/Aids, Hepatitis, dan beberapa bahan obat pencegah penyakit lainnya.

“Jadi bahan baku dari beberapa hasil riset itu adalah mengembangkan Golarend, Pangiar, xan bintang laut. Kami akan secepatnya membentuk tim kerja, termasuk mengajukan pembiayaan produksi dan riset lanjutan,” katanya,  Kamis (5/2).

Tim yang akan dibentuk, menurut dr. Arend, juga akan mencari akses ke Sekertaris Negara, BPOM, Kemenkes,  bahkan hingga Presiden dan WHO, untuk memperkenalkan hasil temuan riset Stikmah Tobelo, sehingga menjadi produk unggulan Indonesia.

“Saat ini, sampel bintang laut sudah masuk di beberapa laboratorium, termasuk dilakukan uji virus di laboratirum IPB, uji chemical bonding di kimia LIPI, Asam Amino, dan juga di laboratorium DKI. Sampel juga diuji toxic LD50 di laboratorium Sucofindo, uji Gramisasi di laboratoium PT Saraswati, serta persiapan uji laboratorium in vivo tikus dan manusia di Farmakologi UI,” ujar dr Arend.

Penemu herbal kesehatan ini pun menegaskan, tim akan bekerja extra hingga produk ini bisa bermanfaat untuk manusia. Karena itu hasil riset tersebut perlu dipatenkan.

“Kami upayakan hasil riset yang sudah menjadi nyata ini dapat diakui dunia,” tandasnya.(pn/dit/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here