Waspada Cuaca Ekstrim

0
519
Petugas BPBD dibantu warga memberishkan rumah warga di Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kepulauan Sula (Kepsul) yang terendam banjir bercampur lumpur akibat luapan sungai Waigafu-Waisenga pasca diguyur hujan lebat, Sabtu (4/5)

HARIANHALMAHERA.COM–Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) terpaksa harus menungsu di daerah yang aman.

Ini lantaran rumah yang mereka tempati diterjang banjir bercampur lumpur. Musibah yang terjadi ini dikarenakan meluapnya sungai Waigafu-Waisenga akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur Sula sejak pukul 05.00  Sabtu (4/7) pekan kemarin.

Tanggung yang dibangun Pemda di bantaran sungai pun tak mampu menahan luapan air. Kepala Desa (Kades) Waitina, Sirajudin Umasangaji menyebutkan, ada sekitar 120 rumah di desanya yang dieterjang banjir lumpur “Rumah yang tergenang itu di Dusun 1, RT01, RT02, dan RT03,” ungkap kepala desa.

Ia menambahkan, saay ini Pemdes bersama tim BPBD Kepsul dibantu warga tengah membersihkan rumah warga yang tergenang air dengan menggunakan alat apa adanya. “Sementara air sudah mulai surut dan Alhamdulillah masing-masing warga yang rumahnya tergenang air sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka,” terangnya.

Warga berharap Pemkab Sula segera melakukan normalisasi sungai tersebut agar tidak terjadi banjir lagi. “Kita sudah koordinasi dengan pak Bupati kemudian BPDB dan Dinas PUPR. Mudah-mudahan sehari dua ada bantuan dari pemerintah daerah dalam hal ini normalisasi kali sehingga di waktu-waktu besok dan seterusnya tidak ada lagi banjir susulan,” harapnya.

BPBD Provinsi Malut melalui kabid kedaruratan dan logistik Fikri Taslim mengatakan, BPBD bersama tim reaksi cepat  (TRC) malam ini menuju ke TKP  dengan kapal. Sementara untuk bantuan, BPDB Malut masih menunggu identifikasi kebutuhan dari BPBD Sula. “Berdasarkn data BMKG, curah hujan untuk wilayah Malut sangat tinggi dalam 3 bulan ini terhitung Juni, jadi hampir seluruh wilyah malut terdampak banjir tergantung struktur landscapenya,”ujarnya.

Ia menyebutkan, banjir yang terjadi di  Sula, Taliabu, Halsel, dan Ternte, ini akibat dari sebagian besar wilayah ilegal loging dan tambang.

Ketua komisi III Deprov Malut Muhaimin Syarif menyampaikan ada beberapa infrastriktur yang perlu dibangun karena rusak diterjang banjir seperti jembatan  penghubung di Desa Talo, Kilong, Kota Bobong dan jalan menuju kantor bupati Taliabu. “itu tu ada empat jembatan yang memang patah akibat banjir,” ucapnya.

Dia berharap dengan adanya kunjungan BNPB pusat hari ini, paling tidak apa yang hari ini bencana alam yang menimpa warga Sula dan Taliabu sekiranya dapat langsung ditangani segera dengan pengalokasian dana Taktis “Kalau mau mengharapkan dana daerah ya tentu kita punya dana terbatas tentu kita hanya berharap dana taktis dari BNPB  dan harus segra mungkin dibantu,” harapnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here