FootballOlahraga

Inter Milan vs AC Milan : Harinya Ibracadabra

×

Inter Milan vs AC Milan : Harinya Ibracadabra

Sebarkan artikel ini
Zlatan Ibrahimovic melakukan selebrasi atas golnya ke gawang Torino dalam laga Coppa Italia di San Siro, Milan (28/1). FOTO GETTY IMAGES

HARIANHALMAHERA.COM – Zlatan Ibrahimovic sudah menanti 7 tahun 9 bulan 3 hari supaya bisa menikmati lagi atmosfer seperti dini hari nanti. Ya, kali terakhir Ibra merasakannya di Derby della Madonnina pada 6 Mei 2012. Seperti kali ini, dia menjalani derbi terakhirnya di Italia itu bersama AC Milan.
Sayang, saat itu dia mengucap ’’addio’’ ke Serie A dengan kekalahan 2-4 oleh Inter Milan pada giornata ke-38 Serie A 2011–2012. Gara-gara kekalahan tersebut, Ibra juga baru musim itu kalah derbi Milan secara back-to-back di Serie A dalam semusim. Padahal, di balik kekalahan itu, Ibra dua kali menjebol gawang Nerazzurri, julukan Inter.
Nah, saat derbi Milan ke-296 ini, pantaslah Ibra menebus kegagalan itu (siaran langsung RCTI/beIN Sports 2 pukul 04.45 WIT). ’’Saya sudah ingin menuntaskannya,’’ ucap Ibra seperti dilansir laman AFP. Bagi Ibra, ini derbi Milan kesembilan yang dijalani di Serie A. Baik saat mengenakan jersey biru Inter maupun setelah berganti jadi merah bersama Milan.
’’Derbi yang penting untukku,’’ sebut Ibracadabra, julukannya. Begitu penting makna derbi ini, Ibra disebut-sebut rela absen ketika Alessio Romagnoli dkk ditahan Hellas Verona 1-1 pada giornata ke-22 sepekan lalu (2/2). Meskipun, alasan yang dikemukakan, dia terkena serangan flu.
’’Ibra hanya ingin fit demi derbi dan jadi pembeda,’’ tulis laman La Gazzetta dello Sport. ’’Meski saya paham, mereka (Inter) tentu sudah tahu saya masih beradaptasi dengan permainan tim ini. Namun, percayalah, ini bukan sekadar sesumbar,’’ koar attaccante yang mengoleksi lima gol di derbi Milan tersebut.
Allenatore Milan Stefano Pioli menyebut sesumbar Ibra itu sebagai pemicu spirit anak asuhnya. ’’Dia (Ibra) inspirasi kami,’’ tutur Pioli yang senasib dengan Ibra pernah menjadi bagian skuad Inter pada 2016–2017. ’’Karena kami paham, derbi ini lebih dari sekadar tiga angka,’’ imbuh Pioli yang selalu imbang dari dua kali derbi Milan bersama Inter. Antonio Conte menjadi satu-satunya handicap Ibra.
Saat melawan tim mana pun yang ditangani Conte, baik Juventus maupun Chelsea, Ibra tak pernah menjadi pembeda. Entah gol atau assist. ’’Dia (Conte) selalu punya taktik yang jitu. Saya tak khawatir. Kami hanya perlu bermain lebih solid dan lebih berbahaya,’’ tutur Pioli. Spesialnya, Ibra akan menghadapi sesama mantan rekan setimnya di Manchester United.
The Godfather, julukan Conte, disebut menurunkan Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez di lini depan. Di Carrington, kamp latihan United, Ibra semusim berlatih bareng Lukaku. Separo musim dia berlatih dengan Alexis. Bagi Lukaku, derbi Milan keduanya musim ini juga penting.
Terlebih jika dia mampu membuka keran gol dalam laga home pada 2020 ini. Lukaku bisa masuk catatan sejarah derbi berusia 111 tahun itu. Lukaku akan menjadi pemain keenam yang selalu mencetak gol pada dua derbi pertamanya. Dia bakal sejajar dengan Youri Djorkaeff, Ronaldo, Diego Simeone, Diego Milito, dan ironisnya ada nama Ibra juga!
Tapi, Lukaku itu tetap merendah. Apalagi ditanya soal perjumpaannya dengan Ibra. Sosok yang selalu memberinya saran semasa di United. ’’Senang bisa bermain jadi lawan baginya (Ibra). Hormatku untuknya. Dia akan selalu jadi panutanku,’’ ungkap Lukaku dalam wawancara dengan Tiki Taka.(jpc/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *