HARIANHALMAHERA.COM– Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Polda Malut, untuk peningkatan pengawasan dan penyidikan tindak pidana obat dan makanan. Kesepakatan itu telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dipimpin langsung, Kepala BPOM Malut, Ermanto Siahaan dan Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono, di aula Mapolres Ternate, pada Jumat (20/2) kemarin.
Kepala BPOM Malut, Ermanto Siahaan, mengatakan, penandatanganan kerja sama (PKS) dengan Polda Malut, tersebut sebagai komitmen untuk meningkatkan efektivitas dalam pengawasan obat dan makanan, serta penindakan kejahatan di wilayah Malut.
“Di Maluku Utara masih ditemukan produk ilegal atau produk yang memang mengandung bahan berbahaya, untuk itulah kami dengan Polda bersinergi agar bisa ditekan dan dicegah,”katanya usai penandatanganan PKS.
Dari 10 Kabupaten dan Kota di Malut lanjutnya, Kota Ternate merupakan paling banyak ditemukan berbagai produk ilegal terutama kosmetik karena jumlah penduduk banyak.
“Namun kami tetap tegas dan komitmen untuk mengawasi produk ini, kalau bisa ditingkatkan ke ranah hukum, sehingga kami bekerjasama dengan Polda Maluku Utara agar menegakan hukum terkait kejahatan obat dan makanan,”tegasnya.
Kapolda Malut, Irjen Pol. Waris Agono, juga mengakui bahwa kerja sama dengan BPOM Malut itu untuk memudahkan pekerjaan di dua instansi baik BPOM Provinsi Malut.
Polri menurutnya tentunya membutuhkan kerjasama dengan BPOM untuk pencegahan dan mendukung program Presiden Prabawo Subianto terkait Makanan Bergizi Gratis (MBG) terutama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, Polda Malut.
Kapolda Malut pun menuturkan bahwa untuk mendukung MBG yang merupakan program Presiden, pihaknya melakukan sosialisasi agar MBG menggunakan rapid test kit (alat uji cepat), kalau tidak ada alat uji cepat, maka berkonsultasi dan BPOM untuk mencegah keracunan.
“Kalau terjadi (keracunan), kami akan policeline, tempat kejadian perkara (TKP), sampelnya kita bawa ke BPOM untuk mengetahui apakah ada sabotase, kesengajaan atau kelalaian,”tuturnya.
“Apakah itu dari bahan, atau di prosesnya, untuk mengetahui hal itu BPOM yang punya fasilitas Laboratorium akan memeriksa,”sambungnya.
Jenderal bintang dua itu juga menegaskan, dengan adanya kerjasama ini, pihaknya dengan BPOM bersama-sama memastikan obat obatan dan makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman, bermutu, sehat bergizi dan bebas dari hal-hal membahayakan termasuk alat-alat kosmetik.
“Kosmetik atau skincare ini paling sering, kan mengandung bahan berbahaya contohnya merkuri, dan yang mengerti kandungan itu adalah BPOM,”pungkasnya.
Irjen. Waris, pun menegaskan kerja sama BPOM dan Polda juga akan melakukan uji sampel terhadap bahan-bahan narkoba, karena BPOM memiliki alat sehingga penyidik tidak lagi ke Labfor Sulut atau Makasar, karena mengeluarkan biaya yang lebih besar.
“BPOM Maluku Utara sudah ada fasilitasnya, kecuali zat-zat baru seperti tembakau, Gorila, Kortum dan lain-lain yang baru, maka kami tetap ke labfor, Sulut atau Makasar,”tandasnya.(red)












