Maluku UtaraTernate

Warga Hiri Terdampak Bencana Elus Dada, Janji Sekot Ternate Hanya PHP

×

Warga Hiri Terdampak Bencana Elus Dada, Janji Sekot Ternate Hanya PHP

Sebarkan artikel ini
Rumah warga pulau hiri yang terdampak becana

HARIANHALMAHERA.COM– rumah milik Sahil, warga Kelurahan Dorari Isa, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, yang rusak berat terdampak bencana alam beberapa waktu lalu terpaksa harus cari solusi sendiri untuk bangun kembalinya. Pasalnya, janji Pemkot Ternate untuk tanggung penuh perbaikan, ternyata disebut warga setempat bahwa hanya pemberi harapan paslu (PHP) lantaran apa yang disampaikan tak sesuai kenyataan.

Sebelumnya, kerusakan rumah tersebut sempat dapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, yang tak tanggung-tanggung menyampaikan bahwa perbaikan rumah warga tersebut akan ditanggung oleh Pemkot Ternate.

Bahkan, pernyataan tersebut juga sejalan dengan amanah yang disampaikan Sekretaris Kota (Sekot) Ternate saat turun tinjau lokasi. Namun, realisasi bantuan yang dijanjikan Pemkot, ternyata surga telinga, sebab senang didengar tetapi sesak nafas saat menerima kenyataan yang tidak sesuai diucap.

Bobi, anak dari Sahil, korban terdampak bencana, pun mengaku sangat kecewa terhadap Pemkot Ternate, terutama BPBD Ternate, karena bantuan yang diberikan tidak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan rumah yang tergolong berat.

“Awalnya mereka datang dan menyampaikan bahwa semua kerusakan rumah akan ditanggungjawabkan. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan di awal,”katanya, Selasa (4/1).

Bantuan yang diberikan Pemkot Ternate melalui BPBD lanjutnya, saat itu hanya uang tuntas sebesar Rp8 juta, yang mana hanya cukup untuk membeli kayu balok sebanyak dua kubik, sementara kebutuhan material lainnya masih sangat banyak.

“Uang itu hanya bisa dipakai untuk beli kayu balok, sementara kebutuhan lain belum terpenuhi,”ungkapnya.

Sejumlah material yang hingga kini belum direalisasikan menurutnya, tambahan kayu balok satu kubik, seng sekitar 100 lembar, besi staf sebanyak 30 batang, serta semen 25 sak, yang tentunya seluruh material tersebut sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kembali rumah sesuai tingkat kerusakan yang dialami.

“Semua kebutuhan tambahan itu belum direalisasikan sama sekali. Kalau dilihat dari kondisi rumah, jelas bantuan itu tidak cukup,”unjarnya.

“Saya tetap berterima kasih kepada Pemkot Ternate atas bantuan yang sudah diberikan, meski sedikit. Tapi ke depan, jangan terlalu memberi harapan dan janji. Sampaikan saja sesuai kemampuan,”tandasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *