Belajar Olah Sampah Jadi Ecobrick di HPSN

0
490
Para siswa SD di Desa Kawasi , Obi, Halsel mengikuti pelatihan mengolah sampah plastik menjadi Ecobrick. HARITA NICKEL FOR HARIAN HALMAHERA

HARIANHALMAHERA.COM – Mengolah sampah plastik menjadi barang yang bernilai lebih dibuktikan para guru, orang tua dan para siswa di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan (Halsel) pada momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari lalu.
Lewat kegiatan yang diinisiasi Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) dan Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) Harita Nickel di SDN 217 Halsel itu, mereka mengolah sampah plastik menjadi Ecobrick, atau bata ramah lingkungan.
Sebagaimana diketahui, ecobrick bisa dipakai untuk bahan membuat meja, kursi, rak sepatu, dan berbagai kerajinan lainnya.
Kegiatan acara yang mengusung tema “Ecobrick Asyik bersama Harita” bagi Kepala Sekolah (Kasek) SDN 217 Halsel Ismail Hi Yusuf sangat positif serta akan berimbas kepada siswa dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini dapat membuat anak-anak terbiasa untuk memanfaatkan sampah yang masih bisa dimanfaatkan. “Dan semoga ke depannya ada lagi kegiatan semacam ini,” ucapnya.
Community Development Supervisor Harita Nickel Bidang Pendidikan, Ragil Pardiantoro, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian masyarakat, terutama anak-anak, terhadap lingkungan sekitarnya. “Kegiatan ini bukan hanya berisi nasihat ‘jangan buang sampah sembarangan’, tetapi membiasakan para peserta terhadap konsep 3 R (reduce, reuse, recycle),” jelasnya.
Kegiatan ini juga lanjut dia dapat mengasah jiwa kreativitas anak-anak dalam menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Mayoritas peserta yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan pelajar SD, menurut dia hal ini penting untuk membentuk budaya yang baik sejak usia dini.
“Saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepekaan mereka terhadap lingkungan. Kegiatan ini banyak melibatkan anak-anak karena merekalah para generasi penerus di masa yang akan datang,” ucapnya.
Deputy Head CSR Harita Nickel, Alexander Lieman menambahkan kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan cara yang menyenangkan. “Kegiatan ini juga mendidik murid-murid generasi penerus bangsa. Kita bentuk pemahaman bahwa sampah itu bisa didaur ulang dan digunakan untuk fungsi lain,” ujarnya. (pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here