Dampak Korona, Wisata Pantai Luari Sepi Pengunjung

0
516
PARIWISATA-Suasana wisata pantai di Desa Luari, Tobelo Utara, tampak sepi, setelah adanya imbauan mengantisipasi penyebaran virus Korona dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara. Foto: Muhrid Kanopa

HARIANHALMAHERA.COM–Sebuah papan informasi berisi imbauan terkait ancaman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terbentang di jalur masuk lokasi wisata pantai di Desa Luari, Tobelo Utara, Halmahera Utara.

Destinasi andalan masyarakat Tobelo ini tampak tak terurus. Sampah-sampah dari laut berjejer di sepanjang bibir pantai. Bahkan belakangan ini, sepi pengunjung. “”Hari Minggu kemarin tidak ada pengunjung,” kata Chem Safi, salah satu pengelola wisata pantai Luari, kepada koran ini, Senin sore (6/4).

Chem mengaku sudah dua pekan lokasi ini ditutup oleh Dinas Pariwisata Halut, akibat adanya wabah Korona. Dengan kondisi seperti ini, ia mengaku pasrah. Karena pendapatan mereka juga tergantung dari jumlah pemasukan, yang sudah ditentukan pemerintah.

Masuk di lokasi ini, kata Chem, untuk sepeda motor dikenakan membayar distribusi sebesar Rp 5000. Bagi yang mengunakan angkutan umum sebesar Rp 20 ribu. Sedangkan mobil bus atau truk sebesar Rp 30.000.

Dijelaskan Cem, total dari hasil pembayaran distribusi itu disetor ke Dinas Pariwisata sebesar Rp 15 juta per-tahun. Dari situ, Dinas Pariwisata kemudian menggelontorkan Rp 10 juta ke pemerintah desa setempat, untuk biaya pengelolaan. “Itu sudah termasuk dengan honor kami sebagai pengelola,” jelasnya.

Chem bilang, jumlah pengelola sekitar 12 orang. Masing-masing diberi honor sebesar Rp 800.000. Sedangkan tugas pengelola, selain membersihkan pantai, juga menata beberapa fasilitas penunjang seperti gazebo. Namun dengan kondisi seperti ini, mereka tak bisa berbuat banyak. “Ya pokoknya cari pekerjaan apa gitu yang bisa ada pemasukan,” tuturnya. (Tr5/Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here