AGK Siap Hadiri Regional Meeting KEK Teluk Tomini

0
107
Rektor UNG, Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT saat bersama Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK). FOTO ISTIMEWA

HARIANHALMAHERA.COM–Dukungan terhadap pelaksanaan Regional Meeting Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Tomini datang dari Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK).

Bahkan, orang nomor satu di Malut itu siap menghadir di hajatan yang digagas Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Kementerian Desa dan PDTT, pada tanggal 11-22 Juni 2021 di Gorontalo.

Kepastian ini disampaikan langsung AGK saat menerima kunjungan Rektor UNG, Dr. Ir. Eduart Wolok bersama rombongan di Kantor Gubernur Malut di Sofifi Senin (31/5).

Kedatangan Eduart ke negeri rempah ini dalam upaya untuk mempromosikan kegiatan ini.  Regional Meeting merupakan upaya untuk mewujudkan Teluk Tomini sebagai KEK, berbasis perdesaan pertama di Indonesia.

“Insya Allah, dengan melihat semangat perguruan tinggi seperti ini, saya siap hadir dan bersepakat untuk mengembangkan potensi desa yang ada di Maluku Utara dan Teluk Tomini,” kata AGK.

Usai pertemuan, orang nomor satu di Malut itu pun mengajak Eduart yang berkeliling melihat potensi yang ada di Sofifi, ibukota Maluku Utara.

“Saya mangucapkan banyak terima kasih kepada Rektor UNG yang jauh-jauh datang ke Sofifi dalam rangka mengundang saya secara langsung, menghadiri Regional Meeting yang akan di selenggarakan di UNG,” ucap AGK,

Sebelum bertemu dengan AGK, sehari sebelumnya Eduart juga bertemu dengan Rektor universitas khairun (Unkhair) Ternate Husain Alting. Tujuannya juga tidak lain untuk membicarakan pengembangan Teluk Tomini. Bahkan, dalam kesempatan itu, kedua kampus negeri ini melakukan penandatangan kerjasama.

Husen mengatakan, penandatanganan MoU dengan UNG mengingat PTN tersebut lebih dulu berkembang dibandingkan dengan Unkahir. “Banyak hal yang butuh kita belajar apalagi dengan perkembangan kampus merdeka belajar maka kemudian kita butuh mitra,” katanya.

Dengan kerja sama ini, maka kedua kampus dapat melakukan pertukaran mahasiswa atau kegiatan – kegiatan lain yang berkaitan dengan tri darma perguruan tinggi.

Di level rektorat, Unkhair lebih spesifik bisa mempelajari manajemen pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) dari UNG mengingat Unkhair sendiri baru ditetapkan sebagai BLU pada Maret kemarin.

“Setahu saya pak rektor UNG dari Warek II mengawal BLU dari awal sehingga mungkin ada trik-trik bagaimana mengelola keuangan dan sebagainya itu lebih mudah bagi kita,” ungkapnya.

Eduart yang sudah dua kali datang ke Ternate ini mengatakan saat ini UNG berada di peringkat ke 46 Perguran Tinggi Terbaik di Indonesia. Padahal, padahal pasca Pilres lalu, UNG sempat jatuh ke peringkat ke 100. “Dalam tempo 6 bulan harus bekerja keras sehingga pada saat kelasterisasi berikutnya naik menjadi 46,” katanya

Dia juga menilai antara UNG dengan Unkhair ada kesamaan. “Jadi kalau ditanya jadi rektor lebih gampang jadi rektor UGM daripada UNG apalagi rektor Unkhair lebih sulit. Kenapa karena menjadi rektor di UGM infrastruktur dan seluruh sudah bagus. tapi di kita tidak semua tersedia itu.” bebernya.

Namun, disisi lain kacamata penilaian kementrian kadang kita disamakan. “Saya tau persis pak rektor Unkahir juga tau persis karena banyak kerja sama kementrian jadi kita tau betapa seringkali indikator – indikator kita disamakan dengan rektor yang lain padahal gerak kita berbeda.Tapi alhamdulillah saya senang sekali bangga saya mendengar Unkahir  sudah BLU karena UNG termasuk yang pertama BLU “,ucapnya.

Menuturnya, kinerja BLU memang memudahkan, bukan membuat semua lebih mudah. Dan yang pasti keuangan harus lebih berhati-hati. “Karena bagimanapun kontrol uang di dompet orang lebih gampang daripada ngontrol uang di dompet sendiri. Itu konsekuensi yang harus dihadapi,” katanya

Namun, dengan status BLU, akselerasi kegiatan lebih cepat. “Ketika 2019  dilantik rektor, UNG akreditasi A tapi kami tidak memiliki jurnal terakreditasi. Alhamdulillah tahun 2020 kami punya 15 jurnal terakreditasi dan saat ini dua sedang dipersiapkan. Sehingga kita fokus kesana termasuk 5  program study saat ini yang dipersiapkan untuk akreditasi nasional karena itu menjadi syarat mutlak untuk akreditasi kedepan untuk bagaimana kita tetap akreditasi A,” ujarnya.

Karena itu, Eduart menyambut baik kerjasama dengan Unkhair ini. “Saya ingin kita maju berkembang bersama. Agar sama -sama memberikan kemajuan kedepan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bangsa dan negara kita.” pintanya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here