Menyudahi Mimpi Seribu Hari

0
96
MOMEN PENGHABISAN: Para pemain Belgia merayakan gol ke gawang Denmark dalam laga UEFA Nations League di Den Dreef Stadium (19/11/2020). Euro 2020 menjadi kesempatan terakhir bagi gouden generatie De Rode Duivels yang muncul sejak lima tahun lalu.

HARIANHALMAHERA.COM – Sejak Euro 2016, Belgia menjelma sebagai timnas tangguh di Eropa. Hal itu seiring lahirnya gouden generatie atau generasi emas De Rode Duivels seperti Romelu Lukaku, Eden Hazard, dan Kevin De Bruyne. Tapi, capaian mereka di ajang mayor belum berbuah manis.

”Euro kali ini harus menjadi milik kami.” Begitu psywar yang terlontar dari mulut pelatih Belgia Roberto Martinez saat mengumumkan skuad untuk Euro 2020 pada 17 Mei lalu.
Martinez memang seperti kehabisan waktu karena skuad generasi emas De Rode Duivels yang ditanganinya selama lima tahun terakhir hanya sukses menjadi ranking pertama dunia.
Dalam ajang mayor, capaian terbaik De Rode Duivels adalah peringkat ketiga di Piala Dunia 2018. Dua tahun berselang setelah mencapai perempat final di Euro 2016.

Grafik yang naik itu seolah hancur lantaran Hazard dkk sudah kandas di fase grup UEFA Nations League 2018–2019. Menganggap Nations League hanya ajang ”hore-hore”, sepertinya, juga tidak tepat karena UEFA telah menjadikannya sebagai jalur alternatif lolos ke putaran final Euro.
Lalu, bagaimana dengan peluang De Rode Duivels di Euro 2020? Ketika para pemain pilar seperti Lukaku, Hazard, maupun KDB berada dalam usia yang sudah sangat matang atau kepala tiga.
Untuk sektor penyerangan yang diwakili mereka bertiga, De Rode Duivels tidak bermasalah. Bahkan, skuad Martinez menyapu bersih sepuluh laga kualifikasi dengan torehan 40 gol. Itu berarti rata-rata De Rode Duivels mencetak 4 gol di setiap laga.

Yang menjadi atensi adalah pertahanan. Seperti yang diungkapkan analis sepak bola Belgia Marc Degryse. ’’Dari lubuk hati yang paling dalam, saya berharap Belgia bisa jadi juara Eropa. Tetapi, saat ini, pertahanan kami mengkhawatirkan,’’ sebut Degryse dalam ulasannya di Het Laatste Nieuws.
Sepeninggal kapten Vincent Kompany, pertahanan De Rode Duivels kehilangan sosok pemimpin. Memang masih ada bek-bek senior seperti Jan Vertonghen, Thomas Vermaelen, maupun Toby Alderweireld. Tetapi, Degryse menyebut trio tersebut sudah melewati periode terbaik.
”Saya ragu Jantje (sapaan akrab Vertonghen, Red) bisa beraksi seperti di Rusia, ketika dia bisa menahan (Kylian) Mbappe (striker cepat Prancis, Red),” tutur Degryse.

Jika Martinez belum mampu mengatasi keraguan terhadap pertahanan De Rode Duivels, tidak heran kalau Hazard dkk hanya bisa menjadi timnas terbaik dunia via ranking FIFA. Jika dirunut, Belgia memang sudah menempati urutan teratas sejak 20 September 2018 atau sudah berjalan 981 hari!
Artinya, apabila mampu memenangi Euro 2020, Belgia bisa menandai seribu hari di puncak ranking FIFA dengan manis. Sejajar dengan kekuatan tradisional Eropa seperti Spanyol yang menempati peringkat teratas sampai 1.959 hari setelah mengawinkan gelar juara Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Begitu pula Jerman yang kukuh di puncak selama 1.148 hari.

Lukaku, striker Belgia sekaligus Inter Milan, punya ambisi. ”Motivasiku sekarang (setelah mengakhiri penantian scudetto Serie A bersama Inter musim lalu, Red) adalah menyudahi mimpi juara di Euro nanti,” ucapnya kepada Sky Sport Italia.(jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here