Nusa Flying Institute Rencana Buka Sekolah Penerbangan di Bandara Kuabang, Kao

0
159
KERJASAMA: Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba bersama pihak NFI sepakat menjalin kerjasama membuka sekolah penerbangan di Maluku Utara, tepatnya di Bandara Kuabang, Kao, Halut.(foto: Mufrid for Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Sebagai upaya mendorong sumber daya manusia dibidang penerbangan. Penjabat Sementara (PJ) Halmahera Utara (Halut), Saifuddin Djuba, menyambut baik rencana dibukanya sekolah penerbangan di Bandara Kuabang, Kao, Halut.

Menurutnya, sekolah penerbangan ini menjadi kabar gembira bagi putra dan putri Maluku Utara (Malut), khususnya di Kabupaten Halut. Sebab, sekolah penerbangan di Indonesia Timur akan dibuka di Bandara Kuabang Kao. “Yang pasti ini adalah peluang. Selaku Pj Bupati saya sangat merespon ini,” Kata Saifuddin usai meninjau lokasi Bandara Kuabang Kao, Jumat (18/6).

Saifuddin mengatakan, investasi pendidikan dalam dunia penerbangan mungkin ini pertama kali di Maluku Utara, bahkan di Indonesia bagian timur. Sehingga, ini sangat menguntungkan bagi daerah.  “Kami sudah tinjau seluruh sarana dan prasarana Bandara Kuabang. Selanjutnya tinggal kami keluarkan rekomendasi untuk pembangunan sekolah tersebut,” tambahnya.

Dengan hadirnya sekolah penerbangan di Halut, kata Saifuddin, kedepan generasi muda Halmahera Utara yang punya mimpi jadi pilot, tidak perlu jauh jauh bersekolah. Cukup hanya datang di Bandara Kuabang Kao. “Semoga kehadiran NFI di Halut bisa membawa daerah ini lebih maju kedepan,” harapnya.

Sementara itu, Presiden Komisaris Nusa Flying Institute (NFI) Capt Marchel Harry, menargetkan ahir tahun ini sekolah penerbangan di Kuabang, Kao, sudah mulai beroperasi. “Kami targetkan tiga sampai enam bulan kedepan kami sudah mulai operasi,” kata Marchel.

Marchel mengaku, mengawali operasional, pihaknya akan membuka tiga program pendidikan untuk putra putri Malut yang punya minat dalam dunia penerbangan. Yakni, Pilot, Teknisi Mesin, dan Pramugari/Pramugara. “Mendorong SDM dalam bidang Penerbangan. Dukungan dari semua pihak sangat kami butuhkan,’pintanya.

Diketahui, dari sejumlah bandara yang sudah dikunjungi pihak NFI khususnya di Malut, hanya Bandara Kuabang, Kao, yang dinilai memenuhi standar operasinya sekolah penerbangan. Mulai dari aspek geografis dan lainnya.

Sebelumnya juga, dikutip dari rilis.id, rencana sekolah penerbangan itu telah disetujui Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK). “Pemda gandeng NFI ke sini (Malut) untuk mencetak tenaga profesional khusus di bidang pesawat terbang. Terutama generasi muda asli Malut yang punya potensi,” kata AGK di rumah dinas gubernur saat bertemu dengan pihak NFI, Rabu (16/6).

AGK mengaku, SDM di bidang penerbangan masih sangat minim di daerah ini. Sehingga, perlu didorong. Terlebih, infrastrukturnya sudah sangat mendukung. “Bandara kita sudah ada. Sekarang yang kita pikirkan adalah SDM-nya. Bukan tidak mungkin jika sekolahnya sudah jalan pasti akan berpengaruh pada sektor yang lain,” harapnya.(pn/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here