Ternyata Papan Proyek Bronjong Sungai Mede Ada di Bandara Galela dan Kao

0
118
INFRASTRUKTUR: Papan proyek pekerjaan lanjutan pemasangan bronjong sebagai bagian dari normalisasi sungai Mede.(foto: Sandro/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM–Proyek normalisasi sungai dengan kegiatan pemasangan bronjong di sungai Mede, Desa Popilo Utara, Kecamatan Tobelo Utara, yang awalnya dikeluhkan karena tidak adanya papan proyek, ternyata keliru. Papan proyek ada, tapi pemasangannya bukan di lokasi proyek (Desa Popilo Utara), melainkan di bandara Galela dan Kao.

Informasi diperoleh, alasan pemasangan papan proyek di Kao karena proyek di bronjong di Desa Popilo Utara itu hanya bagian dari proyek reservasi jalan Lap Terbang, Galela, Tobelo, Pediwang, Kao. Proyek yang dimulia 28 Desember 2020 itu dikerjakan oleh PT Citra Inti Bahari dengan nilai kontrak Rp 7,4 miliar bersumber dari APBN.

Sebelumnya, masyarakat Desa Popilo Utara mempertanyakan proyek normalisasi tersebut karena tidak menemukan papan proyek di lokasi kegiatan. Apalagi Kepala Desa Popilo Utara Alfred Bitjara mengaku, pemerintah desa tidak meendapat pemberitahuan terkait proyek tersebut. “Sampai hari ini mereka juga tidak koordinasi kepada kami terkait dengan pekerjaan tersebut,” kata Alfred, Selasa (8/6).

Samsul Jaf, pelaksana lapangan saat dikonfirmasi menjelaskan, proyek tersebut untuk jalan dan jembatan di Halut. “Sekitar 40 lebih jalan dan jembatan yang di reservasi. Mulai dari titik nol yang berada di bandara Galela sampai di depan Polsek Kao,” ucap Samsul, saat ditemui Rabu (9/6).

Lanjut Samsul, untuk papan proyek sendiri ditempatkan di dua titik, yakni di Galela dan Kao. “Papan proyek kami tempatkan di Galela sebagai titik kilometer nol atau start pekerjaan dan Kao sebagai titik akhir pekerjaan,” pungkasnya.(cw/san/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here